DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 13:11 WIB

Pengacara Ani Hasibuan Beberkan Awal Muncul 'Pembantaian Massal Petugas KPPS'

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Pengacara Ani Hasibuan Beberkan Awal Muncul Pembantaian Massal Petugas KPPS Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Tim pengacara membeberkan asal-muasal munculnya opini 'Pembantaian Massal Petugas KPPS' yang dituduhkan terhadap dr Ani Hasibuan. Pengacara menegaskan bahwa Ani Hasibuan tidak pernah memberikan pernyataan tersebut yang kemudian menjadi headline di sebuah portal berita tamshnews.com.

Salah satu kuasa hukum Ani Hasibuan, Amin Fahrudin menjelaskan, awalnya kliennya menyampaikan terkait isu mengenai banyaknya petugas KPPS yang meninggal selama penyelenggaraan pemilu 2019. Ani menyampaikan pendapatnya itu kepada pimpinan DPR Fahri Hamzah.

"Saya sampaikan sedikit, saat Bu Ani menyampaikan ke pimpinan DPR, beliau ceritakan ke kami ketika datang di gedung DPR di situ sudah ada beberapa kelompok dari pemerhati pemilu baik kalangan dokter maupun pemantau yang hendak melaporkan keadaan ke pimpinan DPR," jelas Amin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

"Nah akhirnya kemudian pimpinan DPR Pak Fahri Hamzah dia menggelar hearing dengan cara mengumpulkan seluruh pelapor termasuk Ibu Ani. Di situ tidak hanya bersumber dari Ibu Ani saja tapi dari kelompok-kelompok lain," tambah Amin.



Menurut Amin, dalam pertemuan dengan Fahri itu, pelapor lain itu menyinggung adanya KPPS yang meninggal akibat racun. Amin menegaskan, isu soal petugas KPPS meninggal akibat racun senyawa kimia--seperti yang dituliskan di sebuah portal berita--bukan dari kliennya.

"Memang ada kelompok lain atau pelapor lain yang menyinggung soal racun, tapi itu bukan statemen dari Bu Ani, bukan pernyataan tertulis dari Bu Ani karena kami dapat tertulis apa yang disampaikan Bu Ani dalam forum hearing dengan pimpinana DPR itu, jadi sama sekali Ibu Ani nggak menyatakan bahwa KPPS mati massal karena ada racun," tegas Amin.

Ani juga sempat diungdang dalam sebuah talkshow di stasiun televisi swasta nasional. Amin kembali menegaskan bahwa dalam talkshow itu kliennya juga tidak pernah menyampaikan opini tersebut.

"Kemudian saat Bu Ani melakukan talkshow di tv swasta itu juga Bu Ani nggak pernah menyatakan pernyataan serupa. Sebenarnya kalau ada penggiringan opini yang menyatakan KPPS mati massal karena racun itu penggiringan. Karena waktu itu forumnya diikuti oleh kelompok pelapor (orang yang melaporkan Ani ke polisi, red)," sambungnya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed