DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 06:10 WIB

Cerita Berkesan Ramadhan

Menjaga Silaturahmi Perantau Indonesia di Taipei

Rahmandhika Firdauzha Hary - detikNews
Menjaga Silaturahmi Perantau Indonesia di Taipei Buka puasa di KDEI Taipei (dok KDEI Taipei)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Taipei - Jauh merantau untuk sekolah atau bekerja di Taipei, para WNI tetap menjaga silaturahmi. Ramadhan menjadi momennya.

"Ramadhan tiba, Ramadhan tiba, Ramadhan tiba..." WNI di manapun berada pasti kenal dengan lagu Opick tersebut, tak terkecuali bagi WNI yang menjalani Ramadhan di Taiwan. Memangnya Ramadhan ada apa di Taiwan?

Rangkaian perhelatan pemilu di Taiwan telah usai sejak pertengahan bulan lalu. Ramadhan kali ini menjadi momentum 'pendinginan' bagi keseluruhan WNI di Taiwan.

Bulan penuh berkah kali ini menjadi momen yang tepat untuk mengistirahatkan diri dan bermuhasabah. Saling mendamaikan pikiran dan hati bagi masing-masing kubu pendukung capres-cawapres maupun anggota legislatif, sembari menunggu hasil penghitungan oleh KPU RI.

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei) mengelar kegiatan Ramadhan dengan agenda kajian mingguan dan buka puasa bersama. Acara digelar pada 10 Mei 2019 kemarin.

Menjaga Silaturahmi Perantau Indonesia di TaipeiSuasana menjelang Buka Puasa Bersama di KDEI Taipei (dok KDEI Taipei)
"Alhamdulillah, acara Buka Puasa Bersama (Bukber) perdana kali ini cukup banyak yang hadir. WNI dari berbagai lapisan masyarakat hadir memadati ruang serbaguna di lantai 6 gedung KDEI Taipei. Harapannya, di Bukber selanjutnya acara tetap meriah. Sebagai wujud nyata silaturrahim yang tetap terjaga di bulan Ramadhan," ujar Didi Sumedi, Kepala KDEI Taipei.

Menariknya, agenda Ramadhan ini murni diinisiasi oleh KDEI Taipei. Meski tanpa ada arahan dari pusat pun, KDEI Taipei di tiap tahunnya selalu berupaya untuk menghadirkan wadah untuk menjalin silaturahim bagi WNI. Sasaran utamanya adalah untuk semua unsur masyarakat Indonesia di Taiwan, baik dari kalangan mahasiswa, diaspora, maupun pekerja migran.

"Kami rasa niatan seperti ini tidak berlebihan kok. Dan lagi, mudah-mudahan kegiatan ini bisa sedikit mengobati rasa rindu akan suasana Ramadhan di tanah air, baik suasananya maupun makanannya," terang Miftah Farid, Kepala Bidang Perdagangan KDEI Taipei, yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Bagian Administrasi.

Acara Buka Puasa Bersama semacam ini diagendakan oleh KDEI Taipei rutin setiap pekan, tepatnya di hari Jumat, hingga menjelang Idul Fitri 1440 H. Hari Jumat dipilih karena hari ini merupakan hari aktif terakhir dari tiap pekan

"Akan lebih mudah bagi kami untuk mengorganisasi persiapan acaranya, karena seluruh pegawai KDEI Taipei juga masih available untuk mengikuti agenda ini sampai selesai," imbuh Miftah.

Menjaga Silaturahmi Perantau Indonesia di TaipeiKajian Reboan (dok KDEI Taipei)
Euforia dan meriahnya Buka Puasa Bersama juga turut dirasakan oleh Anggara Aji Saputra, mahasiswa Electrical Engineering and Computers Science, National Taipei University of Technology (NTUT) yang juga hadir dalam Buka Puasa Bersama yang diadakan KDEI. Menurutnya, agenda Buka Puasa Bersama di KDEI Taipei adalah salah satu acara yang sangat dinantikan selama bulan Ramadhan, terlebih lagi bagi mahasiswa rantau.

"Apalagi dengan adanya acara semacam ini, kita bisa bersilaturahmi dengan kawan-kawan sesama WNI di Taiwan, sambil icip-icip masakan Indonesia," imbuh mahasiswa asal Palembang tersebut.

Selain Buka Puasa Bersama, demi menjaga kekhusyukan ibadah di bulan Ramadhan, bahkan tahun ini KDEI Taipei juga menyelenggarakan Kajian Bakda Zuhur. Agenda tersebut diberi nama 'Kajian Reboan' yang digelar di tempat yang sama seperti Buka Puasa Bersama, untuk pekan pertama partisipannya hanya para pegawai KDEI Taipei dan Dharma Wanita, akan tetapi KDEI Taipei membuka kesempatan bagi WNI yang memiliki waktu luang jika ingin berpartisipasi. Sesi kajiannya telah dijadwalkan diisi oleh ustad-ustad dari beberapa organisasi Islam baik yang sudah ada di Taiwan maupun yang sengaja datang dari Indonesia, contohnya dari Da'i Ambassador Dompet Dhuafa.

"Harapan kami, model silaturahmi seperti ini bisa bermanfaat, memperpanjang umur kita, di samping juga bisa mempererat intensitas komunikasi diantara masyarakat Indonesia. Saya kira banyak hal-hal positif dari kegiatan bukber dan kajian rutin selama Ramadhan ini," tutup Miftah.

*) Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha, adalah Mahasiswa PhD di Department of Materials Science and Engineering, National Chiao Tung University (NCTU), Taiwan dan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan PPI Taiwan (2017-sekarang)
*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama detikcom dengan dan partisipasi Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia).

***

Para pembaca detikcom, bila Anda juga mahasiswa Indonesia di luar negeri dan mempunyai cerita berkesan saat Ramadhan, silakan berbagi cerita Anda 300-1.000 kata ke email: Ramadhan.detik.com cc artika@ppidunia.org dengan subjek: Cerita PPI Dunia. Sertakan minimal 5 foto berukuran besar karya sendiri yang mendukung cerita, data diri singkat, kuliah dan posisi di PPI.
(fay/fay)
FOKUS BERITA: Cerita Berkesan Ramadhan
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed