detikNews
Kamis 16 Mei 2019, 17:07 WIB

Majikan dan Sekuriti Penyiram Air Mendidih ke Eka PRT di Bali Resmi Ditahan

Aditya Mardiastuti - detikNews
Majikan dan Sekuriti Penyiram Air Mendidih ke Eka PRT di Bali Resmi Ditahan (Foto: Istimewa)
Denpasar - Polisi telah menetapkan majikan Desak Made Wiratningsih dan sekuriti Kadek Erik Adiantara penyiram air mendidih ke Eka Febriyanti (21) sebagai tersangka. Kini keduanya sudah resmi ditahan.

"Kedua tersangka resmi ditahan," ujar Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (16/5/2019).

Andi mengatakan sudah punya cukup bukti untuk menahan kedua tersangka. Bukti tersebut menunjukkan Desak dan Erik melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Sudah ditemukan 2 alat bukti menunjukkan keduanya melakukan KDRT yaitu keterangan saksi Santi, Erik, dan keterangan ahli serta surat hasil visum," jelasnya.

Saat ini Eka mendapatkan perawatan intensif di RS Trijata Polda Bali dan mendapat pengawasan polisi. Sementara Santi juga sudah mendapatkan perawatan.

"Korban Eka dirawat di RS Bhayangkara dan dalam perlindungan sementara Polri. Sementara Santi sendiri sudah diadakan pengobatan tapi tidak kita rawat karena bekas luka siram air, dibakar masih ada dalam tubuh korban," tuturnya.

Kasus penyiraman ini terjadi Selasa (7/5) lalu. Eka disiram air mendidih oleh majikannya Desak Made Wiratningsih, adiknya Santi Yuni Astuti, dan sekuriti bernama Kadek Erik Diantara.

Dari hasil pemeriksaan, Santi melakukan penyiraman karena di bawah ancaman majikannya. Saat ini Eka mendapatkan perawatan intensif di RS Trijata Polda Bali dan mendapat pengawasan polisi, sementara Santi juga sudah mendapatkan perawatan.

"Korban Eka dirawat di RS Bhayangkara dan dalam perlindungan sementara Polri. Sementara Santi sendiri sudah diadakan pengobatan tapi tidak kita rawat karena bekas luka siram air, dibakar masih ada dalam tubuh korban," tuturnya.

Atas perbuatannya Desak dan Erik dijerat dengan pasal 44 ayat (1) UU RI nomor 23/2004. Keduanya terancam hukuman 10 tahun penjara.
(ams/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed