DetikNews
Kamis 16 Mei 2019, 15:31 WIB

Wiranto: Kalau Makar Harus Nunggu Terjadi, Nanti yang Nangkap Siapa?

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Wiranto: Kalau Makar Harus Nunggu Terjadi, Nanti yang Nangkap Siapa? Wiranto (Rengga Sancaya/detikcom)
FOKUS BERITA: Kasus Makar Jilid II
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto berbicara menanggapi kritik terhadap penegak hukum yang menindak sejumlah tokoh yang dijerat dengan pasal makar. Wiranto mengatakan penggunaan pasal makar tak perlu menunggu makar terjadi.

"Makar itu kalau perencanaan, persiapan untuk perencanaan, sudah dilaksanakan, baru bisa ditangkap. Kalau sudah terjadi, negara bubar, yang nangkep sopo? Yang ngadili siapa? Yang nuntut siapa?" kata Wiranto dalam sambutan di acara Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik, yang diadakan Kemendagri di Hotel Paragon, Kamis (16/5/2019).

Wiranto mengatakan MK dalam putusannya menyampaikan, untuk pidana makar, konstruksi hukumnya tidak perlu sempurna. Setiap upaya perencanaan bisa dikategorikan makar.

"Jadi kalau sudah merencanakan, menghasut, kemudian mempersiapkan dalam pelaksanaannya, sudah bisa dikategorikan tindakan makar," tutur Wiranto.



Wiranto sadar akan muncul sorotan terhadap apa yang dilakukan penegak hukum mengenai penggunaan pasal makar ini. Oleh karena itulah dia membentuk tim asistensi hukum nasional guna membantu melakukan pengkajian.

"Pakar hukum itu kan, jadi cuma memberikan saran. Kok ribut," kata Wiranto.
(azr/fjp)
FOKUS BERITA: Kasus Makar Jilid II
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed