DetikNews
Rabu 15 Mei 2019, 20:29 WIB

BPN soal Surat Wasiat Prabowo: Demokrasi Kita Mati!

Ahmad Bil Wahid - detikNews
BPN soal Surat Wasiat Prabowo: Demokrasi Kita Mati! Dahnil Anzar Simanjuntak (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan surat wasiat yang akan ditulis Prabowo. Dahnil menyebut surat wasiat tersebut berkaitan dengan kematian demokrasi.

"Demokrasi kita mati," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

Dahnil mengungkapkan wasiat itu akan berisi pernyataan kesetiaan Prabowo berjuang bersama rakyat. Dia menyebut para pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 khawatir Prabowo akan membiarkan kekalahan seperti Pemilu 2014.




"Itu disampaikan terus-menerus kepada Pak Prabowo. Nah, akhirnya Pak Prabowo ingin menyampaikan pesan bahwa saya akan terus memperjuangkan keadilan, akan terus memperjuangkan kedaulatan," ujar Dahnil.

Mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu menyebut Prabowo tengah dihadapkan dalam situasi ketidakadilan. Kondisi itu, menurutnya, merupakan kondisi yang genting.

"Iya, memang sedang genting. Hukum kita diinterpretasi, ada ketidakadilan, macam-macam. Memang genting," ucapnya.




Prabowo sebelumnya mengatakan akan membuat surat wasiat. Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di acara simposium klaim kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya kemarin.

"Saudara-saudara sekalian, setelah ini, sore hari ini, saya ke Kertanegara. Saya akan kumpulkan ahli hukum, saya akan membuat surat wasiat saya," ujar Prabowo dalam pidatonya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).
(abw/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed