detikNews
Rabu 15 Mei 2019, 18:38 WIB

Polisi Tangkap Majikan Penyiram Air Mendidih ke Eka PRT di Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Polisi Tangkap Majikan Penyiram Air Mendidih ke Eka PRT di Bali Santi (baju pink), Desak (baju putih), dan Kadek Erik (kemeja motif hitam-putih) (Foto: Dok. Istimewa)
Denpasar - Pembantu rumah tangga (PRT) Eka Febriyanti (21) disiram air mendidih oleh majikannya DMW di Gianyar, Bali. Pelaku penyiraman itu kini sudah ditangkap dan dibawa ke Polda Bali.

"Terlapor Desak Made Wiratningsih, Santi Yuni Astuti, Kadek Erik Diantara sudah ditangkap dan dibawa ke Polda," kata Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan lewat pesan singkat kepada detikcom di Denpasar, Bali, Rabu (15/5/2019).


Andi menuturkan dari keterangan korban, penyiraman itu dilakukan secara bergantian. Meski korban sudah merintih kesakitan, penyiraman tetap diteruskan.

"Korban hanya bisa berteriak 'aduh panas-panas, ampun-ampuuuun' tapi mereka tidak peduli. Setelah itu korban disuruh membersihkan air panas yang tercecer di lantai kamar majikan tersebut dan mencari gunting tersebut lagi serta mengancam korban akan menyiram dua panci air panas lagi jika gunting tersebut tidak ketemu, sehingga korban terpaksa melakukan perintah majikan, padahal badan sudah melepuh dan kesakitan," ucap Andi.

Tak berhenti di situ, korban kembali disiram dengan air panas dari dispenser. Dengan alasan gunting itu tidak ditemukan.


"Korban berusaha mencari-cari gunting lagi namun tidak ketemu sehingga sekitar pukul 22.00 Wita korban disuruh ke lantai atas di kamar majikan dan sampai di sana sudah ada Kadek Erik Diantara dan Santi Yuni Astuti, kemudian majikan korban menyuruh Kadek Erik Diantara dan Santi Yuni Astuti menyiram air panas dari dispenser yang ada di kamar tersebut ke tubuh korban dengan menggunakan gelas plastik berkali-kali sambil dimarahi dan disuruh berdiri dengan mengangkat tangan dan sebelah kaki kemudian disiram lagi, kejadian tersebut berlangsung sampai pukul 02.00 Wita," urainya.

Kini ketiga pelaku masih dimintai keterangan lebih lanjut. Ketiganya terancam pasal 44 ayat 1 UU RI No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
(ams/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed