Minyak Tanah Langka, Harga Eceran di Jakarta Capai Rp 3.500
Selasa, 04 Okt 2005 17:39 WIB
Jakarta -
Meski harga bahan bakar minyak (BBM) sudah dinaikkan, namun tidak ada jaminan ketersediaan barang. Inilah situasi yang terjadi pasca kenaikan harga BBM di wilayah Jakarta. Minyak tanah sampai saat ini masih menjadi barang langka sehingga menyebabkan harga minyak tanah terus membumbung naik.Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, Selasa (4/10/2005) harga minyak tanah di eceran terus merangkak naik dan berubah-ubah. Hariyanti, ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Permata, Cawang, Jakarta Timur, mengeluhkan sulitnya membeli minyak tanah. Warung tempatnya belanja sampai saat ini kehabisan stok. Toh kalau ada, jumlahnya sangat terbatas dengan harga sangat tinggi. "Harga sekitar Rp 3.000 sampai Rp 3.500," kata Hariyanti.Kelangkaan juga terjadi di Mampang dan Kalibata, Jakarta Selatan. Di daerah ini, harga minyak tanah yang dijual di warung-warung berkisar antara Rp 2.800 sampai Rp 3.500. "Itu pun tidak setiap warung yang jual minyak tanah ada stoknya," kata Tonah, warga Jalan Mampang VII, Jakarta Selatan.Sulitnya mendapat minyak tanah tak hanya dialami warga saja, karena ternyata stok di pangkalan habis. Seperti penuturan Hajjah Nurmala, pemilik pangkalan minyak tanah di Kampung Gunung Indah II Cirendeu, Ciputat. Pihaknya sudah kehabisan stok minyak tanah sejak Selasa pekan lalu sebelum harga BBM naik. "Jatah dari agen belum dikirim-kirim, janjinya masih harus menunggu Rabu pekan depan," katanya.Padahal, kata Nurmala, pihaknya sudah menyetor uang Rp 11.675.000 ke pihak agen untuk mendapat satu tangki minyak tanah. Namun sampai saat ini order tersebut belum pasti kapan akan tiba. "Pihak agen bilang belum ada stok, ya kita hanya bisa menunggu saja, " katanya.Nurmala mengakui harga minyak belum stabil karena persediaan sangat terbatas. Harga pun bisa bervariasi, meski pemerintah DKI Jakarta sudah menetapkan harga jual tertinggi minyak tanah di pangkalan Rp 2.250 per liter. "Kalau satu tangki Rp 11.675.000, maka harga di pangkalan sekitar Rp 2.470 per liter. Artinya di pengecer nanti bisa sampai Rp 30.00," ujar dia.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































