Jelang Puasa, Tempat Padusan Diserbu Warga
Selasa, 04 Okt 2005 17:20 WIB
Solo - Dalam tradisi Jawa, sehari menjelang puasa, masyarakat melakukan padusan, yaitu mandi di telaga alam untuk membersihkan diri lahir batin sebagai persiapan menjalankan ibadah puasa. Hal serupa juga dilakukan warga Boyolali menjelang puasa di tahun ini, Selasa (4/10/2005).Setiap tahunnya, sehari menjelang puasa di Umbul (sumber mata air) Pengging di Boyolali selalu dipadati warga yang ingin melakukan padusan. Di tempat wisata yang berada di kaki Merapi tersebut tersedia beberapa kolam yang masing-masing kolam memiliki sumber air.Ribuan warga akan berdesakan masuk ke dalamnya untuk bisa mandi. Karena tempat yang penuh sesak, mereka harus rela menunggu giliran masuk kolam. Biasanya mereka akan menunggu sambil menikmati sajian khas warung-warung di tempat wisata tersebut yaitu teh gula batu dan tahu goreng khas Pengging.Warga yang datang tidak hanya warga sekitar. Banyak warga dari luar Boyolali, termasuk dari Solo dan sekitarnya, berduyun-duyun datang ke tempat pemandian. Sebagian dari mereka, sebelum melakukan padusan akan berziarah ke makam Yosodipuro yang berada di kompleks wisata itu.Yosodipuro adalah salah satu pujangga Kraton Surakarta. Kakek buyut pujangga termasyur Ronggowarsito ini dijuluki sebagai Bapak Renaissance Sastra Jawa karena jasa-jasanya memajukan dan menggali kembali kandungan sastra Jawa pada saat itu.Selain di Pengging, kegiatan padusan serupa juga terlihat di pemandian Cokrotulung, Umbul Nilo dan Umbul Ponggok, yang ketiganya berada di wilayah Klaten sebelah utara. Ketiga tempat sumber air alami yang letaknya berdekatan itu juga selalu menjadi serbuan warga menjelang puasa.Sayangnya kerusakan alam di sekitarnya membuat Umbul Nilo dan Umbul Ponggok mengalami penurunan debit air dari mata airnya. Namun hal ini tidak mengurangi antusias warga untuk melakukan padusan di ketiga tempat yang juga berada di kaki Merapi itu.
(asy/)











































