Warga Pinggiran DKI Diminta Laporkan Pendatang Mencurigakan
Selasa, 04 Okt 2005 17:07 WIB
Jakarta - Pasca bom Bali II, daerah pinggiran Jakarta kembali diawasi polisi. Pasalnya, buronan teroris biasanya transit di kawasan pinggiran Jakarta. Karena itu, warga di pinggiran Jakarta diminta melapor ke ketua RT dan RW setempat bila ada pendatang yang tingkah lakunya mencurigakan.Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana, polsek-polsek di lingkungan Polda Metro Jaya sudah melakukan pemeriksaan selektif di daerah-daerah pinggiran yang berbatasan dengan Jakarta."Dari pengalaman-pengalaman lalu, biasanya tersangka transit di wilayah-wilayah itu, dan rata-rata tidak hanya sebentar," katanya di Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Selasa (4/10/2005).Untung mengindikasikan teroris yang tinggal di wilayah perbatasan Jakarta biasanya tertutup, tidak bergaul, dan kegiatannya berkedok ritual. "Bila ada pendatang yang seperti itu, segera laporkan ke RT atau RW setempat."Ketika ditanya apakah perlu sweeping terhadap tempat-tempat kos di Jakarta, Untung menyatakan, tidak perlu. "Bila kita main sweeping saja nanti justru bikin resah masyarakat," tukasnya.Sweeping, menurut Untung, hanya diperlukan untuk penelusuran kasus jika sudah ada informasi awal. Karena itu aparat RT dan RW diminta bersikap aktif dengan melapor ke polisi jika ada pendatang yang mencurigakan, sehingga kepolisian bisa lebih fokus dalam tugasnya.Ketua RT dan RW di kawasan pinggiran Jakarta diminta meningkatkan pengawasan terhadap para pendatang. "Bila ada indikasi mereka teroris, lapor ke polisi," imbau Untung.
(gtp/)











































