DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 23:05 WIB

Di Public Library Dahnil, Sandi: Pemimpin Berkarakter Kuat Suka Baca

Mochamad Zhacky - detikNews
Di Public Library Dahnil, Sandi: Pemimpin Berkarakter Kuat Suka Baca Sandiaga Uno (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)
Tangerang - Cawapres Sandiaga Uno menghadiri peresmian kedai kopi dan public library milik Dahnil Anzar Simanjuntak di Tangerang, Banten. Sandiaga menyebut pemimpin yang memiliki karakter kuat pasti suka membaca.

Sandiaga menghadiri acara peresmian Begawan Kupie & Public Library yang berada di Ruko Azores Banjar Wijaya, Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (14/5/2019). Selain Sandiaga dan Dahnil, hadir Waketum Gerindra Fadli Zon serta Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said.

Hadir pula anggota BPN Prabowo-Sandiaga, Gamal Albinsaid dan Andre Rosiade. Said Didu juga terlihat berada di lokasi.


"Tradisi membaca kita jangan sampai hilang. Nggak ada pemimpin-pemimpin itu yang nggak suka baca. Pemimpin yang punya karakter kuat pasti suka membaca. Ini kedisiplinan yang harus kita tanamkan ke anak-anak kita," kata Sandiaga saat memberikan sambutan.

Sandiaga juga sempat bercerita saat bertemu dengan Dahnil yang masih menjabat sebagai Ketum PP Pemuda Muhammadiyah. Dia menceritakan saat Dahnil mencecarnya dengan pertanyaan tentang komitmen menjadi cawapres.

"Waktu pertama saya dicalonkan (menjadi cawapres), salah satu agenda pertama saya pengin ke PP Pemuda Muhammadiyah. Zaman now bukan cawapres yang panggil pemuda, tapi pemuda yang panggil cawapres," cerita Sandiaga.

Sandiaga mengaku diajak ke ruang kerja Dahnil. Saat itulah Dahnil mencecarnya dengan sejumlah pertanyaan.

"Satu yang dia pertanyakan kepada saya, 'Bang Sandi serius nggak nyalon? Apa komitmennya terhadap penghapusan terhadap mafia impor dan mafia dagang? Bagaimana komitmennya pemberantasan korupsi. Kalau itu commit, saya akan all out (mendukung)'," papar Sandiaga sambil menirukan pertanyaan Dahnil kala itu.


Sandiaga mengimbau kepada para hadirin yang hadir untuk menggelorakan minum kopi asli Indonesia. Dengan begitu, sebut Sandiaga, Indonesia akan bisa menangkal serbuan impor kopi.

"Kalau kita punya tradisi minum kopi, saya yakin serbuan daripada kopi-kopi impor tak akan bisa bersaing. Karena kita cintai kopi anak bangsa. Juara dunia itu kopi-kopi Indonesia, kopi Aceh, sekarang (juara dunianya kopi dari) Subang, Cupumanik," ujarnya.
(zak/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed