DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 19:07 WIB

Dorong Pendidikan Antikorupsi, KPK Ajak Guru SMA di Jakarta Jadi Teladan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Dorong Pendidikan Antikorupsi, KPK Ajak Guru SMA di Jakarta Jadi Teladan Ilustrasi gedung KPK (Bil Wahid/detikcom)
Jakarta - KPK melakukan pelatihan kepada 139 guru mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) tingkat SMA dan MA di Jakarta. Pelatihan itu bertujuan agar setiap sekolah bisa menerapkan pendidikan antikorupsi secara mandiri.

"Kegiatan ini merupakan kerja sama KPK dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn SMA dan aliyah negeri di DKI Jakarta yang bertujuan untuk mendorong satuan sekolah mengimplementasikan PAK (pendidikan antikorupsi) secara mandiri di sekolahnya masing-masing," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).



Pelatihan ini berlangsung di gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/5). Pelatihan dipimpin langsung oleh Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono.

Setelah DKI Jakarta, KPK akan melaksanakan pelatihan yang sama bagi 9 provinsi lainnya. Kesembilan provinsi tersebut adalah Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

"Untuk itu, selain diseminasi, KPK juga terus mendorong pemerintah daerah untuk segera mengeluarkan regulasi terkait implementasi pendidikan antikorupsi (PAK) di tiap tingkat pendidikan. Peraturan gubernur menjadi dasar implementasi pendidikan antikorupsi pada jenjang pendidikan menengah dan sekolah luar biasa. Sedangkan Perwali atau Perbup menyasar ke jenjang pendidikan dasar SD hingga SMP," ujarnya.



Sementara itu, Giri Suprapdiono mengatakan ada perbedaan metode pengajaran pendidikan antikorupsi dengan mata pelajaran yang lainnya. Menurutnya, pembelajaran antikorupsi itu lebih menekankan pada peran guru sebagai teladan.

"Kalau pelajaran matematika itu yang dilihat murid adalah apa yang Bapak-Ibu guru tulis di papan tulis, tetapi kalau belajar antikorupsi yang dilihat adalah perilaku gurunya sebagai contoh," ujar Giri.



Dia mengatakan pendidikan moral menjadi faktor penting dalam penerapan nilai antikorupsi. Karena itu, menurutnya, sangat penting memberikan pendidikan moral sejak dini.

"Jadi, prinsip dasar pendidikan antikorupsi adalah keteladanan," pesannya.
(ibh/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed