FKB DPR Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM
Selasa, 04 Okt 2005 16:01 WIB
Jakarta - Kenaikan gila-gilaan harga BBM membuat semua pihak terkejut. Timing pemerintah dinilai tidak tepat. Karena itu Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI meminta kenaikan harga BBM dibatalkan.Jika tidak segera dibatalkan, FKB yakin mandat yang diberikan rakyat kepada Presiden SBY dan wakilnya Jusuf Kalla akan dicabut."Kenaikan harga BBM itu gila-gilaan, pemerintah sangat keterlaluan. Seluruh rakyat harus mencabut mandatnya kepada SBY-JK yang tidak lagi concern pada kesejahteraan rakyat," ungkap Sekreataris FKB Helmi Faisal Zaini dalam jumpa pers yang mengatasnamakan FKB di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (4/10/2005).Dari pantauan FKB, lanjut Helmi, banyak sekali masyarakat yang terbebani dengan kenaikan harga BBM di atas 100 persen ini. Bahkan di beberapa daerah di Jawa Barat, harga minyak tanah melambung melebihi Rp 3.000 per liter. Karena itu, FKB meminta pemerintah membahas ulang kenaikan harga BBM tersebut dengan DPR.Hak InterpelasiMengenai penggunaan hak interpelasi atas kenaikan harga BBM ini, FKB menyatakan dukungan penuh. Disebutkan Helmi, saat ini sudah ada 15 orang dari FKB yang menyatakan dukungannya terhadap hak interpelasi, antara lain Effendi Choirie, Masduki Baidlawi, Ishartarto, Badriyah Fayumi dan dirinya sendiri.Selain hak interpelasi, jika memang diperlukan, FKB juga siap mengajukan usulan rapat paripurna luar biasa, karena rakyat saat ini sudah menjerit.Dana kompensasi yang dikucurkan pemerintah sebesar Rp 300 ribu per tiga bulan untuk keluarga prasejahtera dinilainya tidak mendidik, dan masuk kategori money politics."Supaya masyarakat tidak berontak, dikasih duit. Itu jelas money politics namanya. Saya setuju kompensasi dalam bentuk membantu usaha kecil. Pemberian kompensasi sekarang seperti beli permen pada anak kecil supaya tidak menangis," cetus Helmi.
(umi/)











































