DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 16:28 WIB

Polri: 2 WNI Diduga Terlibat Rencana Terorisme di Malaysia

Audrey Santoso - detikNews
Polri: 2 WNI Diduga Terlibat Rencana Terorisme di Malaysia Ilustrasi Mabes Polri (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Polri mendapat informasi dari Polisi Diraja Malaysia (PDRM) terkait penangkapan warga negara Indonesia (WNI) terduga teroris yang ditangkap di Malaysia. Jumlah WNI yang ditangkap adalah dua orang, bernama Fatir dan Muhammad Amru Lubis.

"Dari hasil koordinasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan Kepolisian Diraja Malaysia, memang ada dua WNI yang patut diduga terlibat didalam rencana terorisme di Malaysia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Kedua WNI tersebut, kata Dedi, saat ini dalam penanganan Unit E8 yang merupakan pasukan antiteror milik Pemerintah Malaysia. Dedi menerangkan Senior Liaison Officer (SLO) KBRI di Malaysia telah memberikan pendampingan kepada dua WNI tersebut.

"Patut diduga yang bersangkutan terlibat dalam jaringan terorisme di Malaysia," ujar Dedi.
Densus 88 Antiteror Polri saat ini juga sedang mencari tahu ada atau tidak kaitan kedua WNI yang ditangkap PDRM dengan jaringan teroris di Indonesia.

"Densus 88 juga mendalami apakah yang bersangkutan memiliki keterkaitan dengan jaringan JAD di Indonesia. Dia (WNI terduga teroris) masuk (ke Malaysia) sebagai TKI," ucap Dedi.

Sebelumnya dalam keterangan kepada pers pada Senin (13/05), Kepala Kepolisian Malaysia, Abdul Hamid Bador, mengatakan ada keempat terduga teroris yang pihaknya tangkap. Keempatnya terdiri dari seorang warga negara Malaysia, yang diduga berperan pimpinan kelompok teroris; seorang warga Indonesia berinisial Fatir (49); dan dua pengungsi Rohingya dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar.

Abdul membeberkan hasil pemeriksaan terhadap Fatir, tenaga kerja asal Indonesia itu mengaku mempunyai rencana untuk pergi ke Suriah. KBRI di Kuala Lumpur telah memastikan Fatir merupakan WNI.

Fatir sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik seng untuk atap di Subang Jaya, Selangor, Malaysia.
(aud/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed