Demokrat Dukung Wacana Menteri Jokowi dari Kalangan Muda

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 14 Mei 2019 16:30 WIB
Jokowi di acara Rapimnas Demokrat. (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk pusaran isu menteri muda yang kemungkinan dipilih mengisi kabinet Jokowi mendatang. Bagaimana respons Partai Demokrat (PD) soal isu tersebut?

"Soal menteri ini kan sepenuhnya soal hak prerogatif presiden ya. Inilah yang dalam istilah hukum dikatakan kekuasaan yang diberikan langsung oleh konstitusi kepada seorang presiden. Kalau di Indonesia, hak ini diatur di ketentuan Pasal 17 UUD 1945 di mana dikatakan presiden dibantu oleh menteri-menteri negara yang diangkat dan diberhentikan oleh presiden," ujar Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).

Kabar Demokrat akan merapat ke koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin kian kuat setelah AHY bertemu Jokowi pada 2 Mei lalu. Ada kabar yang menyebut pertemuan itu juga membahas peluang AHY masuk kabinet.

"Kami, Partai Demokrat, tidak akan masuk ke pusaran pembahasan soal menteri-menteri ini ya. Selain karena itu sepenuhnya hak prerogatif Presiden dan juga tahapan pilpres kita ini kan belum usai," kata Jansen.


"Terkait desas desus beredarnya nama Mas AHY jadi menteri di beberapa website dan pemberitaan, kami tegaskan itu bukan dari internal Demokrat ya. Karena kami, Partai Demokrat, sebagaimana ajaran Pak SBY (Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono) kepada seluruh kader, taat betul dalam tata tertib berkompetisi. Kami tidak akan pernah bicara hal-hal lain sebelum pertandingan ini selesai," imbuhnya.

Demokrat, menurut Jansen, masih fokus menyelesaikan seluruh tahapan pileg dan pilpres. Ia pun menyebut pihaknya concern menjaga kerukunan agar Indonesia tetap aman dan rukun pasca-pemilu.

Meski begitu, Demokrat disebut Jansen setuju dengan wacana menteri dari kalangan milenial. Pemimpin dari kaum muda dinilai sangat dibutuhkan saat ini.

Demokrat Dukung Wacana Menteri Jokowi dari Kalangan MilenialKetua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon (ist/dokpri)

Namun, jika diminta berpendapat terkait menteri dari kalangan muda, Demokrat menegaskan, "Siapa pun presiden terpilih, kalau misalnya dia melihat dalam urusan-urusan tertentu itu yang paling tepat untuk memimpinnya adalah dari kalangan muda sesuai dengan kebutuhan zaman hari ini, why not kan," sebut Jansen.

Hanya, Demokrat menyerahkan seluruh keputusan kepada presiden terpilih nanti. Jansen pun yakin presiden terpilih sudah dapat memahami kebutuhan yang ada mengingat besarnya tantangan yang ada, baik dari domestik maupun tingkat global.

"Kalau memang jawaban atas kebutuhan itu dari kalangan muda, ya silakan saja siapa pun presiden terpilih nantinya untuk memilih anak muda di Indonesia ini menjadi menterinya. Karena stok anak muda kita di Indonesia yang pintar-pintar dan cakap pada bidangnya kan banyak itu," kata dia.

Jansen lalu mengungkit soal Proklamator RI Sukarno yang memimpin Indonesia di usia yang masih muda. Atas jasa Sukarno itu, Republik Indonesia sampai sekarang masih bertahan dan berdiri kokoh.

"Pak Sukarno itu lahir tahun 1901, berarti jadi presiden di usia 44 tahun. Bunga Hatta lahir 1902, jadi wapres di usia 43 tahun. Dan Sutan Syahrir malah lebih muda lagi, lahir tahun 1909, berarti jadi perdana menteri di usia 36 tahun. Jadi konfigurasi pemimpin nasional Indonesia ketika itu 44, 43, dan 36 tahun. Dan terbukti sukses," tutur Jansen.


"Fakta ini membuktikan, jangankan sekarang, dulu saja pemimpin kita di Indonesia ini usianya sudah muda-muda. Jadi kita yang lebih dahulu, jauh sebelum di belahan dunia lain hari ini lahir pemimpin-pemimpin muda di negara mereka masing-masing," imbuh dia.

Untuk itu, Demokrat setuju dengan wacana menteri di usia muda yang akan masuk kabinet mendatang. Ini dianggap sebagai langkah regenerasi pemimpin.

"Dengan fakta sejarah itu, silakan saja siapapun presiden untuk mengangkat anak muda jadi menterinya. Selain mereka ini mengerti tantangan zaman, juga pemerintahan bisa terlihat lebih fresh dan segar juga sekaligus ini jalan meregenerasi kepemimpinan nasional kita ke depannya," urai Jansen.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengungkap soal kriteria usia menteri milenial Jokowi yang sedang jadi pembicaraan. Potensi kaum milenial di Indonesia yang cukup besar menjadi salah satu pertimbangan.

"Wacana yang berkembang adalah menteri yang berumur di kisaran 20 tahunan ke atas gitu ya. Ini tentu menjadi hak presiden. Tetapi wacana ini muncul atau didorong dari keinginan akomodasi terhadap milenial," ujar Abdul Kadir Karding kepada wartawan, Senin (13/5).


Simak Juga 'BPIP Minta Jokowi Bentuk Kabinet Zaken':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/tor)