Masih Transisi, Intelijen Gagal Deteksi Bom Bali II

Masih Transisi, Intelijen Gagal Deteksi Bom Bali II

- detikNews
Selasa, 04 Okt 2005 15:16 WIB
Jakarta - Bom kembali meledak di Bali. Telunjuk langsung mengarah ke badan intelijen yang dinilai lemah. Mantan Kepala Staf Teritorial TNI (Kaster) Letjen (Purn) Agus Widjojo menilai kegagalan intelijen dalam mendeteksi bom Bali II tak lepas dari kondisi transisi dalam tubuh intelijen sendiri."Saat ini intelijen masih harus menyesuaikan diri dari perubahan tatanan dari masa lalu," kata Agus di sela-sela diskusi mengenai "Supremasi Sipil dan Ketahanan Nasional, Evaluasi Publik", di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (4/10/2005).Pada masa Orde Baru (Orba), semua intelijen dikoordinasikan Badan Intelijen Strategis (Bais).Sedangkan saat ini intelijen terpisah dalam berbagai institusi. Intelijen TNI dipusatkan di BIA untuk menjalankan aspek pertahanan. Sementara intelijen untuk nasional dipayungi Badan Intelijen Negara (BIN) yang hingga kini masih memikirkan pengembangan institusi.Sebenarnya, kata Agus, tugas mendeteksi dini seperti kasus bom Bali merupakan tugas intelijen kepolisian. Namun sampai saat ini kerja intelijen polisi, menurut mantan Kaster itu, lebih bersifat reaktif. "Untuk itu perlu ada ketegasan terhadap siapa aktor untuk intelijen apakah BIN atau kepolisian," imbau Agus. (iy/)


Berita Terkait