DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 14:03 WIB

Tongkang Batu Bara Pindah ke Marunda, Udara Ancol Bisa Lebih Bersih

Muhammad Idris - detikNews
Tongkang Batu Bara Pindah ke Marunda, Udara Ancol Bisa Lebih Bersih Foto: Muhammad Idris/Detikcom
Jakarta - Keberadaan Pelabuhan Marunda selama ini dianggap cukup efektif mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok. Banyak aktivitas bongkar muat barang curah yang sebelumnya dilakukan di Tanjung Priok, kini bisa dilayani di Marunda, sehingga secara tidak langsung mengurangi waktu bongkar muat kapal hingga keluar pelabuhan atau dwelling time.

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN), Widodo Setiadi, mengungkapkan beralihnya kapal-kapal pengangkut muatan curah seperti batu bara, komoditas cair, hingga pasir yang lempar jangkar ke Pelabuhan KCN membuat beban Tanjung Priok berkurang lantaran bisa fokus menangani kapal kontainer.

"Kita sadar bahwa namanya barang curah pasti ada debu. Ini kelihatan menghasilkan udara nggak bersih, truk yang masuk juga asapnya lumayan. Pasti kalau di sini (Marunda) curahnya, di internasional port (Tanjung Priok) khusus kontainer, udara di Ancol yang jadi kawasan wisata dan bisnis jadi lebih bersih," ujar Widodo dalam keterangannya, Selasa (14/5/2019).

Konsep Pelabuhan KCN memang dibuat untuk menunjang pelabuhan utama Tanjung Priok yang diperuntukkan untuk aktivitas bongkar muat kontainer. Di sisi lain, beban bongkar muat yang beralih ke Marunda membuat beban lalu lintas, baik di darat maupun laut di Priok, bisa jauh berkurang.

Aktivitas bongkar muat batu bara di Priok berkontribusi pada pencemaran udara di kawasan Priok dan sekitarnya. Batu bara juga membutuhkan tempat penimbunan sementara. Belum lagi lalu lalang truk besar pengangkut batu bara yang lalu lalang keluar masuk pelabuhan.


"Secara international law, Priok sebenarnya tak boleh (untuk curah), namanya pelabuhan internasional ada dua barang yang bertolak belakang satunya barang kontainer itu disebutnya barang bersih, kedua barang curah, itu barang kotor," terang Widodo.

Dikatakannya, Marunda yang berada sekitar 4 kilometer sebelah timur Tanjung Priok ini juga membuat aliran kendaraan pengangkut batu bara bisa lebih teratur. Apalagi dengan beroperasinya Jalan Tol Priok yang langsung tersambung ke Jalan Tol Lingkar Luar.

"Kalau dulu, debu lebih dekat ke Ancol karena pelabuhannya di Priok. Itu kan pantai publik, dengan barang curah di Marunda, bisa lebih terkendali, ini memudahkan pemerintah pusat dan pemda bisa lebih mudah mengatur pergerakan truk curah," terang Widodo.

Mengingat peran vital Pelabuhan Marunda, pihaknya berharap masalah hukum Pelabuhan Marunda bisa terselesaikan. KCN sendiri merupakan badan usaha pelabuhan yang mengoperasikan Pelabuhan Marunda. Perusahaan patungan antara PT Karya Tekhnik Utama (KTU) dan BUMN pengembangan kawasan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini berdiri pada 2005.


(idr/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed