Jero Wacik: Teruslah Berkunjung ke Bali

Jero Wacik: Teruslah Berkunjung ke Bali

- detikNews
Selasa, 04 Okt 2005 14:55 WIB
Denpasar - Dampak bom di Bali kali ini diyakini tidak akan separah kasus pengeboman pertama 3 tahun lalu. Dengan kerja sama dan bantuan sejumlah negara, industri pariwisata di daerah ini diharapkan akan segera pulih dan bangkit kembali.Optimisme ini ditegaskan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik kepada pers di Hotel Inna Kuta Bali, Selasa (4/10/2005) siang. Jero Wacik menuturkan dari data yang diperolehnya, tidak terjadi eksodus besar-besaran dari Bali pasca ledakan bom di 3 tempat hari Sabtu (1/10/2005) lalu."Baru saja tadi saya dapat data, 5 ribu turis yang datang dalam seharinya. Sedangkan yang berangkat, sekitar 6 ribu-an. Ini normal-normal saja," katanya.Karena itu, Jero Wacik dengan terus-terang menyatakan harapannya agar turis tetap mau berkunjung ke Bali. "Teror bom bisa terjadi di mana-mana. Kalau saat ini ada yang masih takut untuk datang, itu wajar. Tapi mudah-mudahan minggu-minggu depan mereka yang takut sudah mau datang berkunjung ke Bali," harapnya.Kehidupan di Bali sendiri, kata dia, sudah kembali normal. "Saya sudah lihat di mana-mana, kehidupan masyarakat di sini sudah normal. Jadi, agar tujuan teror itu tidak tercapai maka kita harus melanjutkan kehidupan dan kegiatan kita. Kalau kita takut, maka tujuan teror itu tercapai," tegasnya.Sebagai satu langkah kongkret memulihkan kunjungan wisawatan mancanegara itu, Jero Wacik menuturkan pihaknya sudah menggalang kerja sama dengan pemerintah Singapura. "Dalam pertemuan di Istana Tampaksiring kemarin, disepakati untuk membuat satu tagline bersama kerja sama pariwisata dan penerbangan dengan Singapura. Maskapai Singapore Airlines adalah maskapai penerbangan terbaik di dunia. Sementara, Bali adalah the best destination island in the world. Maka tagline itu adalah kunjungi tempat wisata terbaik di dunia ini dengan menggunakan maskapai penerbangan terbaik di dunia," paparnya.Dengan kerjasama promo bersama ini, pemerintah Singapura pun akan membantu mengarahkan wisawatan yang berkunjung ke negaranya untuk mau melanjutkan wisatanya ke Indonesia terutama Bali. Sedangkan promo yang dilakukan sendiri, menurut Jero Wacik juga akan digencarkannya. "Terutama untuk wisatawan dari Cina. Sebetulnya kegiatan promo sudah gencar dilakukan seperti yang dilakukan pada ekspo di Melbourne tanggal 29-30 September 2005 lalu. Namun pada malamnya, terjadi bom di Kuta dan Jimbaran ini. Karenanya, memang diperlukan kerja semua pihak untuk membantu keamanan dan kenyamanan para wisatawan," tegasnya.Jero Wacik juga mengimbau agar pihak-pihak yang sudah berencana untuk membuat kegiatan di Bali tidak membatalkan rencananya. "Silakan saja dilaksanakan, sekaligus untuk menunjukkan Bali sudah aman," katanya. Menyinggung travel warning yang dikeluarkan sejumlah negara seperti Australia, Jero Wacik menyatakan bahwa itu merupakan hak pemerintah negara tersebut untuk melindungi warga negaranya. "Saya hanya bisa mengimbau agar jangan mengeluarkan travel warning. Atau jangan takut untuk berkunjung ke Bali. Sebagai satu negara tetangga yang dekat, saya berharap agar bisa membantu Indonesia dan Bali," katanya lagi. Pemerintah sendiri menyatakan akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads