Pelaku Bom Diduga Sering Datangi Pasar Loak Dekat Jl. Anggrek
Selasa, 04 Okt 2005 14:25 WIB
Denpasar - Otak pelaku bom bunuh diri di Kuta dan Jimbaran, Bali terus dicari polisi. Kawasan Jl. Anggrek, Denpasar sudah di-sweeping. Diduga, pelaku bom sering mendatangi pasar loak yang berada di dekat Jl. Anggrek sebelum melakukan aksinya pada Sabtu (1/10/2005).Kesiapsiagaan aparat polisi terhadap kawasan Jl. Anggrek, Banjar Kreneng, Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Timur sebenarnya sudah dilakukan sekitar tiga bulan lalu. Karena itulah, rumah kos-kosan di Jl. Anggrek sudah menjadi langganan sweeping polisi sejak tiga bulan lalu. Dan pascaledakan bom, kawasan ini juga sudah di-sweeping."Di sini memang sudah menjadi langganan sweeping oleh polisi," kata Kepala Lingkungan setempat, Gusti Ngurah Mertadana kepada wartawan, Selasa (4/10/2005).Menurut Gusti Ngurah, sebelum bom meledak di Kuta dan Jimbaran, Polsek Denpasar Timur telah melakukan sweeping berulang kali di kawasan ini. "Ini memang sudah sesuai dengan instruksi polisi dan Walikota Denpasar agar kawasan ini diawasi," ungkap dia.Bahkan, sebenarnya sudah direncanakan sebelum hari Raya Kuningan 15 Oktober, para tokoh setempat akan menggelar rapat desa untuk melakukan pengamanan lebih ketat. Namun, rapat belum sempat digelar, bom sudah meledak lebih dulu.Mengapa daerah ini menjadi kawasan yang terus diawasi? Setidaknya ada dua hal. Pertama, di jalan ini banyak rumah kos-kosan. Kedua, kawasan ini sangat dekat dengan pasar loak. Untuk diketahui, pasar loak hanya berada di ujung Jl. Anggrek tersebut.Menurut Gusti Ngurah, Walikota Denpasar Anak Agung Ngurah Puspayoga pernah memangil kepala desa Dangin Puri Kangin, Dewa Putu Darmawan beberapa waktu lalu. Walikota meminta kepada Dewa Putu agar masyarakatnya menggelar sweeping rutin. "Katanya, orang yang ikut nge-bom sering seliweran di pasar loak itu," ungkap Gusti.Begitu ledakan bom terjadi, kata Gusti, pada Senin (3/10/2005) pukul 10.00 Wita kemarin, walikota secara khusus memanggil para kepala desa di seluruh Denpasar. "Cerita yang sampai ke saya, dalam pertemuan itu Pak Walikota mengaku bertemu orang mencurigakan di pasar loak," kata Gusti.Saat ditanya apakah memang ada orang asing yang sering berseliweran di kawasan ini, Gusti membenarkannya. "Saya kadang-kadang melihat orang yang gerak-geriknya aneh. Kita tidak bisa menuduh. Soalnya di sini juga banyak pemulung yang berseliweran," ujar dia.Kos-kosanKawasan Jl. Denpasar ini terletak 700 meter dari Mapolda Bali, 11 km dari Kuta dan 16 km dari Jimbaran. Di kawasan ini memang banyak kos-kosan. Kawasan ini juga memiliki banyak pintu keluar masuk.Di deretan Jl. Anggrek itu, rumah kos-kosan antara lain di nomor 5, 4, dan 19. Rumah kos-kosan di Jl. Denpasar 19 milik Anak Agung Kompyang Gede, mantan anggota DPRD Bali. Rumah tersebut terdiri dari dua bangunan. Bangunan depan adalah rumah yang ditempati pria berumur 60-an tahun itu, dan di belakang terdapat bangunan kos-kosan yang berjumlah 12 kamar.Rumah Anak Agung memang cukup besar dan berarsitektur Bali. Dari 12 kamar yang dimilikinya, hanya 1 kamar yang kosong. Sebagian besar yang ngekos di rumah Anak Agung ini adalah para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Saraswati.Rumah kos-kosan ini sempat di-sweeping oleh aparat kepolisian pada Sabtu (1/10/2005) malam dan Senin (3/10/2005) malam. Anak Agung sendiri kaget saat mendengar ada pemeriksaan polisi di rumahnya. Saat sweeping itu, Anak Agung tidak mengetahui, karena sedang tidak enak badan dan berada di dalam rumah.Saat ditanya apakah kos-kosan miliknya hanya untuk mahasiswa, Anak Agung membantahnya. "Siapa yang mau boleh," kata dia enteng. Kos-kosannya juga bukan dikhususkan untuk orang Bali.
(asy/)











































