Round-Up

Warning Mendagri untuk Penyebar Data Pribadi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Mei 2019 21:37 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Jakarta - Hati-hati menyebarkan data pribadi orang lain. Salah-salah, Anda berisiko kena jerat hukum. Peristiwa di jagat maya yang melibatkan Ulin Yusron ini bisa jadi contoh.

Ulin adalah pegiat media sosial pendukung Joko Widodo (Jokowi). Saat muncul video viral berisi pernyataan seorang pria yang mengancam penggal Presiden RI itu, Ulin mencuit via akun Twitternya, @ulinyusron, pada 11 Mei 2019.

Cuitan tersebut belakangan dihapusnya, namun hasil tangkapan layar sudah kadung tersebar lewat jejaring media massa. Isinya adalah data pribadi seorang pria bernama Dheva Suprayoga. Dari cuitan Ulin, nama lengkap hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK) Dheva terungkap ke publik, termasuk alamat lengkapnya.



Ternyata tuduhannya salah. Orang yang mengancam penggal Jokowi dalam video viral itu bukanlah Dheva Suprayoga.

Dheva sendiri kemudian merilis video klarifikasi dari Kebumen, Jawa Tengah. Dia menjelaskan dirinya bukanlah orang yang berada di video viral 'ancam penggal Jokowi' itu. Ulin minta maaf lewat Twitter.

Warning Mendagri untuk Penyebar Data PribadiUlin Yusron (Dok Instagram @ulinyusron)

"Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditangkap! • Akhirnya. Mohon maaf kepada nama-nama yang disebut dan keliru. Ini murni kesalahan menerima informasi dan mengolahnya. Terima kasih yang sudah meramaikan percakapan soal penggal sehingga telah menutupi demo," tulis Ulin di Twitter-nya, Minggu (12/5/2019).

Dia mencantumkan tautan berita detikcom berjudul 'Pria yang Ancam Penggal Kepala Jokowi Ditangkap!' Diketahui, pria pelaku pengancaman ini bernama Hermawan Susanto (27). Polisi telah menangkap HS di Parung, Bogor, Minggu (12/5) kemarin. Polda Metro Jaya telah menetapkan HS sebagai tersangka makar.



Organisasi perjuangan dan perlindungan hak digital warga di Asia Tenggara atau Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mengkritik penyebaran data pribadi oleh Ulin. "Sudah ada unsur niat yang jelas untuk mengadvokasi kepada kejahatan," kata anggota Divisi Akses Informasi Online SAFEnet, Nabillah Saputri, kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2