Polisi Temukan Detonator

Bom Bali II

Polisi Temukan Detonator

- detikNews
Selasa, 04 Okt 2005 13:06 WIB
Denpasar - Penyisiran tiga lokasi ledakan bom Bali II oleh polisi membuahkan hasil. Detonator (pemicu bom) telah ditemukan. Polisi juga menemukan materi-materi lain yang mendukung pengungkapkan kasus bom yang menewaskan 22 orang ini. Informasi ini disampaikan Wakadiv Humas Polri Brigjen Pol Soenarko kepada wartawan dalam jumpa pers di Ruang Arjuna, Hotel Kartika Plaza, Kuta, Bali, Selasa (4/10/2005). Sebelum konferensi pers, di hotel ini digelar pertemuan Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika, Wakabareskrim Polri Brigjen Pol Gorries Merre, Polisi Federal Australia, dan para pemimpin Satgas Bom. Dalam jumpa persnya, Soenarko mengungkapkan hasil analisis tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Di tiga lokasi ledakan, yaitu Kafe Menega (TKP 1), Kafe Nyoman (TKP 2), dan Restoran Raja's (TKP 3), ditemukan material-material yang signifikan. "Termasuk detonator juga sudah ketemu," kata Soenarko. Namun, Soenarko tidak menjelaskan di lokasi mana detonator itu ditemukan. Yang jelas, hingga saat ini detonator itu tengah diperiksa oleh Labfor. Selain detonator, kata Soenarko, juga ditemukan serpihan tas berwarna hitam di TKP 1 dan TKP 3. Ditemukan juga tupperware berwarna putih dan banyak gotri (bola besi kecil) di semua TKP. Juga ditemukan batere 9 volt merek GPSupercell. Di semua TKP juga ditemukan banyak kabel. Di TKP 1 ditemukan kabel berwarna biru, ungu, dan hijau. Di TKP 2 ditemukan kabel warna merah, putih, hijau, dan biru. Di TKP 3 ditemukan kabel warna biru. Menurut Soenarko, juga ditemukan serpihan kain jean di semua TKP. Ditemukan juga serpihan kain putih di TKP 1 dan sepatu sandal di TKP 3. Barang-barang itu diduga dikenakan pelaku bom bunuh diri. Juga ditemukan 2 dompet. Namun, Soenarko tidak menjelaskan secara detil apakah isi dompet itu dan ditemukan di TKP mana. "Hasil temuan ini masih dianalisis kimia untuk mengetahui materi lebih lanjut," ungkap Soenarko. Saat ditanya apakah bom Bali II ini sama dengan bom di Legian tiga tahun lalu, Soenarko mengaku belum diketahui. "Masih menunggu analisis kimia," jelas dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads