Saksi Akui Belikan Mobil untuk Pejabat Kemenpora dari Sekjen KONI

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 13 Mei 2019 12:58 WIB
Sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI. (Faiq/detikcom)
Jakarta - Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kementerian Pemuda dan Olahraga, Supriyono, mengaku membeli mobil Fortuner seharga Rp 520 juta. Mobil tersebut untuk Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana.

"Kronologi pembelian dan pemberian, jadi waktu itu saya diminta oleh Pak Mulyana bahwa beliau menyampaikan kepada saya mobilnya sudah tidak enak, dan beliau butuh," kata Supriyono saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin (13/5/2019).


Alasan Mulyana minta mobil, disebut Supriyono, karena mobil dinasnya sudah tidak bisa mengejar mobil Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi jika sedang bekerja dinas. Kemudian Mulyana curhat kepada Surpriyono membutuhkan mobil baru saat berada di ruang kerja Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.

"Di ruang beliau, 'mobil saya sudah tidak enak, Bro', saya bilang beli lah, Pak. Terus gimana kalau beli dan duit dari mana. Kalau mau beli, saya pikirkan duitnya dari mana. Kalau detail nggak ingat, tapi itu globalnya," ucap Supriyono, yang menirukan pembicaraan dengan Mulyana.


Untuk memenuhi permintaan Mulyana, Supriyono akhirnya curhat kepada Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy untuk meminjam biaya operasional Kemenpora sebesar Rp 1 miliar. Namun Hamidy setuju memberikan uang pinjaman dengan alasan Kemenpora mempercepat proses pencairan dana hibah KONI.

"Beliau waktu itu mau beri pinjaman, yang penting bantuan KONI diproses," tutur dia.

Kemudian uang pinjaman itu digunakan membeli mobil untuk Mulyana atas nama sopir Supriyono, Widhi Romadhoni. Mulyana menerima mobil tersebut di rumahnya saat diantarkan Widhi.

"(Harga) Rp 520 juta setahu saya, waktu itu diskon tapi saya lupa beli harga persis berapa," jelas dia.


Dalam perkara ini, Mulyana didakwa menerima Rp 400 juta dan mobil Fortuner dari Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Pemberian suap dimaksudkan untuk mempercepat proses pencairan dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora.


Simak Juga "Deputi IV Kemenpora dan Sekjen-Bendum Jadi Tersangka KPK":

[Gambas:Video 20detik]

(fai/idh)