Tolak Kenaikan Harga BBM, 200-an Orang Demo di Bundaran HI
Selasa, 04 Okt 2005 12:20 WIB
Jakarta -
Demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali digelar. Siang ini, Selasa (4/10/2005) pukul 11.45 WIB, sekitar 200-an demonstran menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.Para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) ini bagian dari 3.000 orang yang ditargetkan akan turun ke jalan hari ini. Mereka berasal dari 94 organisasi, terdiri dari organisasi buruh, mahasiswa, pemuda, sopir, PKL, nelayan, petani, seniman jalanan, dan lain-lain.Di antara para demonstran tampak Permadi. Anggota DPR dari Fraksi PDIP yang gemar berpakaian hitam-hitam ini membawa bendera Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem).Massa menggelar berbagai spanduk dan poster. Bunyinya antara lain "Kenaikan harga BBM adalah kebijakan yang salah dan terus menyiksa rakyat", "Tim ekonomi SBY= antek-antek neoliberal", dan "Berantas penimbun BBM".Dalam aksinya, massa melakukan orasi yang mengecam pemerintahan SBY-Kalla. Pemerintah dinilai menerapkan kebijakan neoliberalisme dan kapitalisme global yang tidak berpihak pada rakyat.Para demonstran menuntut pemerintah menghapus utang luar negeri, pemotongan gaji pejabat,mengadili para konglomerat hitam, dan mencabut kenaikan harga BBM.Menurut Beno, wakil korlap, massa akan bertahan di Bundaran HI hingga pukul 15.00 WIB. Setelah itu massa melanjutkan aksinya ke Gedung DPR/MPR, Senayan, untuk mendesak para wakil rakyat agar mencabut persetujuannya atas kenaikan harga BBM.
(gtp/)










































