Kejar Pelaku Bom Bali II
Rumah di Jl. Anggrek, Denpasar Diperiksa Polisi Dua Kali
Selasa, 04 Okt 2005 11:27 WIB
Denpasar - Polisi bertindak cepat untuk mengejar pelaku-pelaku yang bertindak sebagai perencana dan pengatur bom Bali II. Sejumlah pintu masuk dan keluar Bali diperketat. Polisi juga memeriksa sejumlah rumah kos di Jl. Anggrek, Denpasar. Bahkan, pemantauan kawasan Jl. Anggrek dilakukan dua kali oleh polisi. Rumah-rumah yang dipantau polisi adalah rumah yang berada di Jl. Anggrek nomor 32, 23, dan 19. Pemantauan pertama dilakukan polisi pada pukul 20.30 Wita, Sabtu (1/10/2005), satu jam setelah bom Bali II meledak di tiga titik, yaitu Restoran Raja's, Kafe Nyoman, dan Kafe Menega. Ketiga rumah ini diperiksa, karena diperkirakan para pelaku bom Bali II menyewa kos di kawasan ini. Para pelaku juga diduga berangkat menuju lokasi ledakan dari rumah kos di kawasan ini dengan menumpang mobil Toyota Kijang dan Suzuki Karimun. Menurut I Gusti Ngurah Raden Suardana - warga setempat yang mengantarkan para polisi ke tiga rumah itu - saat pemeriksaan pertama, aparat kepolisian yang datang terdiri dari 40 polisi berpakaian preman dan 6 polisi berseragam. Mereka datang dengan menggunakan mobil polisi. Polisi memeriksa tiga tempat ini hingga pukul 05.00 Wita. "Para polisi ke sini mencari mobil Toyota Kijang dan Karimun yang diduga dipakai pelaku," kata Gusti Ngurah saat ditemui detikcom, Selasa (4/10/2005). Menurut Gusti Ngurah, pertama kali polisi mencari sebuah rumah yang beralamatkan di Jl. Anggrek nomor 32. Namun, saat itu polisi kecele. Sebab, ternyata di jalan itu tidak ada rumah yang beralamatkan nomor itu. Akhirnya polisi mendatangi rumah di Jl. Anggrek nomor 23. Tapi, sekali lagi, polisi juga kecele. Sebab, rumah tersebut bukan rumah kos-kosan. Rumah ini rumah yang dikontrakkan. Dan selama setahun terakhir, rumah ini dikontrak oleh orang dari Flores. Rumah kontrakan ini milik Kade Suari, warga asal Blah Kiuh, Gianyar. Karena merasa sasaran salah, polisi tidak berlama-lama di rumah ini. Setelah lima menit berkunjung ke rumah ini, polisi pun berganti menuju rumah yang beralamatkan di Jl. Denpasar nomor 19. Rumah nomor 19 itu memang rumah kos-kosan. Namun, lagi-lagi, polisi tak berhasil menemukan apa yang dicarinya. Tidak ada yang mengindikasikan bahwa pelaku pernah ngekos di tempat ini. Mobil Kijang dan Karimun juga tak dijumpainya. Meski hasilnya nihil, polisi tetap stand by di rumah di Jl. Anggrek 19 itu hingga pukul 03.00 WIB. Mereka membubarkan diri dari rumah itu sekitar pukul 05.00 Wita, setelah mendapat perintah dari komandannya. Meski tak membawa hasil, tampaknya polisi tetap mencurigai kawasan ini. Senin (3/10/2005) malam, sekitar 5 aparat polisi mendatangi kembali rumah kos tersebut untuk kedua kalinya. Mereka hanya berjaga-jaga dan mewaspadai sekelilingnya sambil duduk-duduk. Para polisi menanyakan kepada warga sekitar apakah pernah melihat Kijang dan Karimun melewati jalan tersebut sebelum ledakan bom terjadi. Namun, warga tidak ada yang mengetahuinya. Akhirnya, mereka membubarkan diri pada pukul 02.00 Wita, Selasa (4/10/2005). Kabarnya, polisi akan mendatangi kawasan ini pada siang ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian belum tampak. Kabarnya, selain mencari mobil Karimun dan Kijang, para polisi juga mencari dua orang suami-istri yang ikut mengantar para pelaku bom bunuh diri.
(asy/)











































