Fenny Teridentifikasi Berkat Cincin dari Sang Pacar
Selasa, 04 Okt 2005 11:18 WIB
Jakarta - Cincin manis masih melingkar di jari tengah Fenny (18), korban bom Bali II. Tanda cinta dari sang kekasih itulah yang mengungkap identifikasi karyawati PT CIF tersebut."Saya mengenali Fenny lewat celana dan cincin yang berada di jari tengah. Mukanya penuh pasir, tangan kanan hancur, di dada kanan ada lubang, telinga kanan keluar darah," kata Robby (20), pacar Fenny, dengan nada lirih.Hal ini disampaikan Robby di Rumah Duka Jelambar, Jalan Tubagus Angke 49, Pondok Rangon, Jakarta Barat, Selasa (4/10/2005). Robby mengaku langsung bertolak ke Bali untuk membantu identifikasi dan menjemput jenazah Fenny pada 2 Oktober 2005. Di mata Robby, Fenny dikenal sebagai gadis yang periang. "Dia suka menolong dan disukai teman-temannya," ujar Robby.Menurut dia, Fenny ke Bali dalam rangka berlibur. Mahasiswi Universitas Jayakusuma semester dua ini mendapat cuti dari kantornya. "Dia berangkat bersama 20 temannya," kata Robby. Lebih lanjut, Robby menyatakan, jenazah Fenny disemayamkan di rumah duka sejak 2 Oktober 2005. Rencananya, Fenny akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Rabu (5/10/2005) pukul 10.00 WIB."Saya ikhlas melepas kepergian Fenny. Kami meminta pelaku dihukum seberat-beratnya," cetus Robby.Seperti diberitakan, saat bom Bali II meledak, Fenny tengah makan malam di Kafe Menega, Jimbaran. Sebanyak 5 dari 28 karyawan PT CIF yang sedang tur ke Bali dinyatakan tewas. Selain Fenny, korban tewas lainnya yakni Eni, Kojarwati, Megawati, dan Elly.
(aan/)











































