Mogok Angkot Pekanbaru Masuki Hari Ketiga
Selasa, 04 Okt 2005 10:21 WIB
Pekanbaru - Aksi mogok angkutan umum di Pekanbaru memasuki hari ketiga, Selasa (4/10/2005). Mereka menuntut tarif dinaikkan 100% seiring meroketnya harga BBM lebih 100%.Ribuan penumpang pun terlantar.Aksi mogok ini diikuti sedikitnya 700 angkot. Angkot ini melayani trayek Tangkerang, Tangkerang Dalam Sukajadi dan Labubaru. Mereka mogok karena Pemko Pekanbaru hanya mengizinkan kenaikan tarif sebesar 50 persen.Para sopir angkot ini berkumpul di DPRD Pekanbaru dengan memarkirkan kendaraannya di sepanjang badan Jalan Sudirman. Mereka berharap pihak Dewan bisa menjembatani tuntutan mereka untuk menaikkan tarif 100 persen. Saat ini Pemko Pekanbaru hanya menaikan tarif dari Rp1.000 menjadi Rp1.500.Suyatno, seorang sopir kepada detikcom mengatakan, penetapan tarif angkota dari Pemko dinilai tidak sebanding dengan kenaikan harga BBM. Karena itu mereka berharap, DPRD Pekanbaru bisa melakukan lobi ke pemerintah kota untuk menaikan tarif menjadi Rp 2.000.Para sopir mengaku, sebenarnya penerapan tarif Rp 2.000 untuk sekali jalan tidak memberatkan penumpang. Malah penumpang juga bisa maklum atas kenaikan tersebut. Yang menjadi kendala, Pemko tetap melarang penarikan tarif di atas Rp 1.500."Kalau kami ketahuan menaikkan tarif di atas Rp 1.500 ancamannya kami akan ditangkap polisi. Padahal penumpang sendiri tidak keberatan atas kenaikan ongkos itu," ujar H Sibuean, seorang sopir jurusan Labubaru - Pasar Kodim.Masih menurut sopir, alasan pemerintah kota hanya menaikkan tarif sebesar 50 persen, karena keempat jurusan angkot tadi jarak tempuhnya masih di bawah 9 km. Sedangkan bagi angkot jurusan Kulim, Bom Baru dan Tanjung Rhu, tarifnya sudah naik 100 persen."Angkot kita ini dianggap jarak tempuhnya di bawah 9 km. Karena itu Pemko tidak bersedia menaikkan tarif hingga 100 persen," kata Sibuea.Untuk mengantisipasi keterlantaran penumpang, pihak kepolisian memaksa bus kota tetap melakukan operasi. Padal sejak pagi para sopir angkot sudah meminta agar sopir bus kota ikut dalam aksi mogok."Tapi begitu kita memaksa mereka untuk melakukan mogok, pihak kepolisian melarang kita. Sekarang seluruh bus kota mendapat pengawalan dari intel. Kalau kita hentikan, maka kita yang akan ditangkap," kata Rizal seorang sopir angkot.
(nrl/)











































