DetikNews
2019/05/11 03:00:31 WIB

Round-Up

Anomali Sikap Agum Gumelar ke SBY

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Anomali Sikap Agum Gumelar ke SBY Agum Gumelar (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Tak seperti biasanya, Agum Gumelar yang belum lama ini mengkritik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai sosok tak berprinsip, kini justru membela SBY dari hujatan. Ada anomali dalam sikap yang diperagakan Agum.

Masih hangat dalam ingatan, Agum bikin heboh jagat politik nasional karena video yang memuat pernyataannya beredar pada Maret 2019 lalu.

Saat itu, pemungutan suara Pemilu 2019 belum digelar. Kubu petahana Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkampanye. Agum ada di pihak Jokowi, dan SBY sang Ketua Umum Partai Demokrat ada di pihak Prabowo. Politik makin seru, muncul video Agum, salah satunya seperti yang diunggah pegiat media sosial Ulin Ni'am Yusron.

Dalam video itu, Agum menjelaskan soal Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang bertugas memeriksa dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Prabowo. Agum yang merupakan mantan Komandan Jenderal Kopassus pernah duduk di dalam DKP tersebut. Dia mengaku tahu betul lokasi pembuangan korban penculikan 1998, karena Tim Mawar yang mengeksekusi adalah bekas anak buahnya di Kopassus.



Singkat cerita, DKP merekomendasikan temuannya ke Panglima TNI supaya Prabowo Subianto diberhentikan dari dinas militer karena Prabowo melakukan pelanggaran HAM berat dalam kasus penculikan 1998 itu. Pada titik inilah Agum menilai SBY sebagai sosok yang tak berprinsip. Dahulu, SBY yang juga duduk di DKP menandatangani keputusan terkait pelanggaran HAM Prabowo. Namun di Pilpres 2019, SBY justru memberikan dukungan kepada Prabowo.

"Walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang nanda tangan rekomendasi kok malah mendukung, ah itu. Nggak punya prinsip itu orang," ucap Agum dalam video itu.

Anomali Sikap Agum Gumelar ke SBYFoto ilustrasi: SBY (Dok. Istimewa)

SBY merespons pernyataan Agum yang dianggapnya sebagai 'pembunuhan karakter'. Dia mengaku bisa melawan pernyataan itu, namun memilih untuk tidak melakukannya.

"Teman-teman, tentu saja saya sangat bisa menjawab dan melawan 'pembunuhan karakter' dari Pak Agum Gumelar terhadap saya tersebut. Tetapi tidak perlu saya lakukan karena saya pikir tidak tepat dan tidak bijaksana. Saya malu kalau harus bertengkar di depan publik," kata SBY, Jumat (15/3/2019).



Kini hari pemungutan suara sudah lewat. Angin politik senantiasa berganti seturut dinamika yang terus berubah. Politikus Partai Demokrat memberi pernyataan kontroversial soal kubu capres yang didukungnya, Prabowo-Sandi. Politikus Partai Demokrat yang dulu sempat menjadi korban penculikan 1998, Andi Arief, menyebut ada 'setan gundul' yang berpengaruh buruk di lingkaran dalam Prabowo.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed