Tak Diizinkan Buka-Bukaan Data, 4 Parpol WO Rekapitulasi Pemilu DKI

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 10 Mei 2019 17:28 WIB
Rekapitulasi Pemilu 2019 di Jakarta. (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Saksi dari PKS, Perindo, PPP, dan Hanura walkout (WO) dari rapat pleno rekapitulasi Pemilu DKI. Hal ini disebabkan pembukaan data DA dan DAA1 tidak diizinkan untuk dilakukan dalam forum rapat.

Pantauan detikcom, walkout mulanya dilakukan oleh saksi Partai Hanura dan PPP dari ruang rapat Pemilu DKI di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019) pada pukul 15.00 WIB. Selang beberapa menit, saksi PKS dan Perindo juga memutuskan keluar dari ruang rapat rekapitulasi.

Hal ini bermula saat terjadi perdebatan antara Ketua KPU DKI Betty Epsilon Idroos dan saksi PKS, Agung Setiarso. Betty mengungkapkan tidak perlu lagi koreksi DA1 dan DAA1 karena form DB1 tingkat kabupaten/kota sudah sesuai antara yang diterima KPU, Bawaslu, dan saksi saksi.



DA1 adalah berkas rekapitulasi suara tingkat kecamatan. Hasil DA1 yang dikirimkan dari kecamatan merupakan hasil yang telah diplenokan pada tingkatannya. DA1 tersebut bukan hasil final tingkat nasional karena data tersebut dapat berubah sesuai dengan hasil rapat pleno pada tingkat di atasnya atau pada rapat pleno tingkat pusat. DAA1 juga sama, yakni berkas rekapitulasi suara, tapi ada yang setingkat kecamatan dan ada yang tingkat desa/kelurahan, tergantung jenisnya. Formulir Model DB1 adalah berkas yang berisi rekapitulasi tingkat kabupaten.

"Sesudah DB1 tidak ada perbedaan, di forum ini kalau ada perbedaan yang kita perbaiki adalah form DB, form DB, DB kita tidak ada kesalahan kecuali yang tadi data pemilih dan data pengguna yang tidak sesuai tapi tidak mempengaruhi perolehan suara parpol dan caleg," ucap Betty.

Kemudian Betty mengungkapkan memang ada permintaan dari saksi partai untuk dibukanya form DA1 dan DAA1. Hal ini karena ada perbedaan yang mereka temukan antara DB1 dan data internal partai.



Walau demikian, Betty memutuskan tetap melanjutkan rekapitulasi Pemilu DKI. Menurutnya, form DB1 berasal dari rekap from DA1 dan DAA1 yang dihadiri saksi dan pengawas pemilu tingkat kecamatan.

"Form DB tidak ujug-ujug lahir, form DB itu hasil rekapitulasi dari form DA1, form DA1, dan DAA1 dihasilkan melalui output dokumen yang tidak dibuat KPU dalam hal ini kecamatan dihadiri saksi dan Panwascam," jelasnya.

Atas penjelasan itu, berdasarkan rekomendasi Bawaslu, Betty melanjutkan jalannya Rekapitulasi.

Tak Diizinkan Buka-Bukaan Data, 4 Parpol WO Rekapitulasi Pemilu DKISaksi dari PKS, Agus Setyarso. (Matius Alfons/detikcom)

Saksi PKS, Agus, membantah pernyataan itu. Menurutnya, kesalahan bisa jadi tidak terdeteksi. Dia tetap meminta untuk dibukakan data.



"Kami minta adanya crosscheck atau koreksi bila memang terjadi kesalahan, kesalahan, bisa jadi ada kesalahan, di tingkat kota, PPK, saksi yang ada di berbagai tingkat bisa saja tidak melihat, dan tidak menemui adanya kesalahan, sehingga ditandatangani," jelasnya.

Kemudian permintaan ini tidak diindahkan, akhirnya saksi-saksi partai PKS, PPP, Perindo, dan Hanura keluar. Saat keluar, saksi dari Hanura, Rusydi Arif, menjelaskan alasan walkout ini.

Tak Diizinkan Buka-Bukaan Data, 4 Parpol WO Rekapitulasi Pemilu DKIRusydi Arif, saksi dari Partai Hanura. (Matius Alfons/detikcom)

"Ada pergeseran suara. Nanti saya kasih datanya. Makanya saya minta buka data itu, saya dijebak oleh teman-teman di atas ini sebenarnya. Saya dijebak dalam pengertian saya diminta untuk buka data dengan harapan bahwa kita akan buka-bukaan di forum. Ternyata kan ditolak malah dengan bersikukuh bahwa kita main di DB1 saja kan," ungkap Rusydi.



Berdasarkan UU Pemilu, Rusydi mengatakan, jika ada ketidaksesuaian, seharusnya dilakukan pengecekan ulang.

"Pasalnya jelas. Tadi Ketua Bawaslu DKI menyampaikan isi pasal itu. Tidak boleh ada pembiaran, harus terima saksi partai keberatan atas perubahan suara partai atau suara caleg. Itu domain saksi. Cek kembali. Kita sepakat data yang sesungguhnya kayak apa, yang mana sih. Kan sederhana sama sinkronkan form C1 selesai kan," jelasnya. (dnu/dnu)