Di Bekasi, Sekelompok ABG Tawuran 'Perang Sarung' Dibubarkan Polisi

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 10 Mei 2019 16:46 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom
Bekasi - Memasuki hari kelima bulan Ramadhan, aksi tawuran semakin marak. Di Kabupaten Bekasi, sekelompok ABG tawuran menggunakan sarung atau dikenal 'perang sarung' dibubarkan polisi.

"Polisi periksa anak-anak yang nongkrong dengan membawa sarung yang indikasi akan terlihat tawuran," ujar Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman, ketika dihubungi detikcom, Jumat (10/5/2019).

Sukarman menyebut polisi mengamankan anak-anak tersebut di sejumlah titik pada Jumat (10/5) pagi. Mereka diamankan di Kampung Gardu, Desa Cibarusah Jaya; Kampung Malaka, Desa Cibarusah Kota; Kampung Warung Bambu, Desa Sindang Mulya dan Perumahan Puri Persada Cibarusah.

Di setiap titik tersebut terdapat sekitar 10 anak-anak yang telah berkumpul membawa sarung. Mereka rata-rata berusia 12-15 tahun.

"Mereka semua Warga Cibarusah. Nama-nama kelompoknya saya belum cek," ujar Sukarman.

Polisi tidak menemukan senjata tajam ataupun miras dari bocah-bocah ini. Setelah diinterogasi, anak-anak tersebut mengaku akan 'perang sarung' dengan kelompok dari kampung yang berbeda.



"Janjian pakai Facebook, lewat medsos," ujar Sukarman.

Sukarman melanjutkan, sarung tersebut digunakan untuk menyimpan senjata berupa batu, atau senjata tajam. Menurutnya, modus ini tergolong baru.

"Model yang aneh itu, pakai sarung, di dalam sarung ada sajamnya, ada pakunya. Sarung itu digunakan untuk menutupi senjata tajamnya," tuturnya.

Bocah-bocah tersebut berkumpul setelah salat tarawih. Mereka kemudian berkomunikasi dengan lawan untuk janjian tawuran.

"Nanti langsung WA-an sama kelompok lain, nanti dijanjiin tempatnya," tuturnya.

(mea/mea)