Polri Beberkan Teknis Rencana Serangan Bom JAD Bekasi pada 22 Mei

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 10 Mei 2019 16:36 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: dok. detikcom)
Jakarta - Densus 88 Antiteror Polri kini fokus memburu kelompok teroris Jamaah Nasharut Daullah (JAD) pimpinan EY alias Rafli. Jumlah kelompok ini belasan orang dan terkonfirmasi merencanakan aksi amaliah atau serangan menggunakan bom pada 22 Mei 2019.

Polisi mengatakan EY alias Rafli berpikir pada tanggal tersebut akan terjadi kerumunan massa di KPU Pusat yang berdemonstrasi terkait pengumuman hasil Pilpres 2019. Polisi menyebut JAD Bekasi akan menyerang dengan mengendalikan bom dari jarak jauh menggunakan akses internet wifi.
"Temuan Densus 88 dari penggrebekan di rumah salah satu tersangka kemarin, bahwa JAD Bekasi pimpinan EY betul-betul sudah mampu memodifikasi jenis-jenis bom yang cukup modern," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

Dedi menuturkan selain menggunakan bahan kimia TATP atau yang terkenal dengan istilah mother of satan di kalangan teroris, mereka memodifikasi remote control yang digunakan untuk meledakkan bom atau switcher dengan memakai ponsel.
"Menurut dari keterangan EY, apabila nanti terjadi demonstrasi dengan jumlah massa yang cukup besar di KPU 22 Mei mendatang, itu diprediksi sama dia akan ada jammer terhadap HP. Jammer itu bisa dilakukan beberapa pihak. Artinya HP tidak bisa dioperasionalkan secara maksimal sebagai switching bom," jelas Dedi.

"Dia memodifikasi switching bom dengan menggunakan router, menggunakan wifi. Kalau wifi tentunya sampai saat ini belum ada jammer yang bisa menghalangi wifi," sambung Dedi.
Dedi melanjutkan, daya jangkau router wifi yang biasanya 200 meter juga telah dimodifikasi oleh JAD Bekasi untuk bisa menjangkau lebih jauh lagi hingga radius 1 kilometer.

"Dengan dia nanti menaruh beberapa ransel di beberapa titik, dia tinggal meledaknya dari jarak 1 kilometer misalnya, dengan menggunakan HP-nya dia. Ini kemampuan yang sudah dimiliki EY," ucap Dedi.
Polisi mengaku terus berupaya menangkap seluruh anak buah EY alias Rafli. Alasannya karena EY alias Rafli telah memerintahkan anak buahnya melakukan amaliah pada 22 Mei mendatang dan anak buahnya diduga telah memiliki kemampuan merakit bom dengan teknologi tersebut.

"Ini masih dikejar kelompoknya karena masih ada pengikut-pengikut yang juga mampu membuat bom seperti itu," tutur Dedi.


Pimpinan JAD Bekasi Dikenal Tertutup oleh Tetangga:

(aud/jbr)