"Dalam Bulan Ramadhan ini kita harus berlomba-lomba untuk beribadah, namun sebagai pelayan masyarakat kita tetap menunaikan kewajiban kita," ujar Hendi dalam keterangannya, Jumat (10/5/2019).
Hal tersebut diungkapkannya saat ia bersama jajarannya melakukan tarawih keliling (tarling) bersama Forkopimda, Kepala OPD, dan tokoh masyarakat Kota Semarang di Aula Denpom IV-5 Semarang, Kamis (9/5/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"DPM-PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) tetap melayani perizinan, jangan karena puasa perizinan dilayani setelah Lebaran. Begitu pula satuan militer, kepolisian, dan instansi lainnya," sambungnya.
Menurut Hendi, selain sebagai momen peningkatan keimanan dan ketakwaan, Ramadhan juga sebagai momen pemersatu usai situasi yang memanas akibat perbedaan pendapat saat pemilu kemarin.
"Saat pemilu kemarin situasi kita sempat memanas. Semua terpecah belah karena hanya perbedaan pilihan. Harapan saya Ramadhan ini dapat dijadikan momentum untuk guyub, rukun, damai, dan bersatu lagi menjadi satu kesatuan yaitu NKRI," ujarnya.
Apresiasi pun ia berikan kepada Dandenpom IV-5 Semarang. Meski beragama non muslim, pihaknya menghormati umat muslim dengan menyelenggarakan agenda buka puasa bersama, tarling, dan kegiatan berbagi lainnya pada saat Ramadhan.
"Saya memberikan apresiasi, ini merupakan sikap tenggang rasa dan toleransi. Semoga membawa berkah kepada jajaran Denpom IV-5 dan masyarakat Kota Semarang pada umumnya," ujarnya.
Lebih lanjut, pada usia Kota Semarang yang ke-472 ini, pihaknya juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga Kota Semarang.
"Kota ini sudah sangat tua. Sudah banyak yang dilakukan dari pimpinan terdahulu serta masyarakat. Untuk itu kita sebagai pewaris saat ini berkewajiban untuk menjaga kota ini. Semoga Semarang dijauhkan dari bencana dan selalu dalam lindungan Allah SWT," pungkasnya. (ega/ega)











































