Kena Tipu, Kartu Kredit Seorang Karyawati Dibobol untuk Belanja Online

Samsuduha Wildansyah - detikNews
Jumat, 10 Mei 2019 10:42 WIB
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Seorang karyawati, Natalia Santi, menjadi korban penipuan. Dia ditipu via telepon sehingga kartu kreditnya dibobol untuk belanja online senilai puluhan juta rupiah.

Natalia menjelaskan awalnya dia mendapat panggilan telepon tidak dikenal pada Rabu (8/5) siang. Si pelaku mengaku call center dari sebuah provider.

"Saya ditelepon seseorang yang mengaku dari (menyebut nama provider, red). Dia menelepon dari nomor 081210821335," kata Natalia kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/5) malam.

Pelaku mengabarkan bahwa poin teleponnya sudah mencapai 3.200. Pelaku kemudian menawari korban menukarkan poinnya tersebut.

"Setelah itu, dia minta nomor kartu kredit saya dengan alasan untuk menghindari double debet," lanjutnya.

"Dia juga minta one time password yang dikirim ke nomor HP saya, tanpa curiga saya berikan," sambungnya.



Setelah itu, barulah dia menyadari telah tertipu setelah melihat notifikasi adanya transaksi menggunakan kartu kredit miliknya yang tidak diketahuinya. Natalia juga berusaha menghubungi call center bank.

"Dari sana saya mengetahui ada sejumlah transaksi, yakni transfer dari ready credit sebesar Rp 25 juta ke nomor rekening seseorang, juga sepuluh kali transaksi di online shop masing-masing sebesar Rp 1 juta," katanya.

Kartu kreditnya itu juga digunakan untuk transaksi di online shop lainnya dengan nilai Rp 995.300 dan sejumlah transaksi lain. Si penipu diduga mengganti nomor telepon korban untuk autorisasi kartu kredit.

"Total kerugian mencapai Rp 53.571.789," tuturnya.

Atas kejadian ini, Natalia melaporkan ke Polda Metro Jaya. Laporannya teregistrasi dalam laporan polisi bernomor LP/2854/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 9 Mei 2019 dengan dugaan penipuan menggunakan media elektronik, Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE atau Pasal 378 KUHP.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengaku belum mengetahuinya.

"Saya cek dulu," kata Kombes Argo.



Simak Juga 'Dukun Pengganda Uang Ditangkap Usai Tipu Korban Rp 415 Juta':

[Gambas:Video 20detik]

(mea/mea)