Warning KPK soal Investasi China

Round-Up

Warning KPK soal Investasi China

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Mei 2019 22:05 WIB
Ilustrasi KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Ilustrasi KPK (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - KPK benar-benar mewanti-wanti badan usaha milik negara atau yang biasa disingkat BUMN berkaitan dengan investasi, khususnya yang berasal dari China. Sebab, perusahaan-perusahaan China disebut KPK tak mengenal tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.

"Good corporate governance di China itu adalah salah satu yang asing bagi mereka. Oleh karena itu, mereka menempati tempat pertama fraud improper payment," ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Kamis (9/5/2019).

Hal itu disampaikan Syarif dalam seminar sehari dengan tajuk 'Bersama Menciptakan BUMN Bersih Melalui Satuan Pengawasan Internal (SPI) yang Tangguh dan Tepercaya'. Menteri BUMN Rini Soemarno turut hadir dalam seminar yang digelar KPK tersebut. Begitupun jajaran direksi BUMN.



Seminar itu digelar bukan tanpa alasan. KPK dalam beberapa waktu terakhir mengusut pelbagai perkara rasuah yang menyeret BUMN-BUMN.

Peringatan yang disampaikan Syarif itu juga bukan sekadar isapan jempol. Dia merujuk pada data Foreign Corruption Practices Act (FCPA) yang menyebutkan China sebagai negara nomor satu dengan tingkat pembayaran tidak wajar atau improper payment.

"Ini statistik banyak benarnya menurut saya. Pasti Bapak-Ibu di BUMN banyak bekerja sama dengan China. Saya ulangi lagi, dengan China," kata Syarif.

Syarif juga menyebut aturan praktik suap-menyuap di China tidak seketat negara lainnya. Memang seperti apa?

Selanjutnya
Halaman
1 2