DPRD: Kenaikan BBM Jangan Dijadikan 'Aji Mumpung'

DPRD: Kenaikan BBM Jangan Dijadikan 'Aji Mumpung'

- detikNews
Selasa, 04 Okt 2005 06:13 WIB
Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah diputuskan oleh pemerintah. Namun baru tiga hari harga dinaikkan dampaknya sudah terasa. Di antaranya melonjaknya harga-harga barang dan kenaikan tarif angkutan umum. Terkait dengan hal itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ahmad Heriyawan meminta kepada pedagang dan pengusaha angkutan umum tidak 'memancing di air yang keruh' terhadap kenaikan harga BBM. "Harus dihitung secara cermat, efektif dan jangan aji mumpung. Rasa kebangsaan dan pengorbanan harus dikedepankan saat ini," kata Ahmad Hewriyawan kepada detikcom, Senin (3/10/2005). Menurut Heriyawan, pembahasan mengenai kenaikan tarif ini akan dibahas hari ini. Tidak ada alasan bagi pengusaha transportasi untuk menaikkan tarif secara sepihak. "Gubernur baru menyampaikan suratnya kemarin. Sekarang sedang kita godok kemungkinan hari ini sudah bisa diputuskan biar masyarakat tidak menunggu lama," ujarnya. Meski begitu, kenaikan harga BBM bukan satu-satunya variabel untuk menaikkan tarif transportasi. Investasi kendaraan juga menjadi salah satu faktor kenaikan tarif angkutan umum. "Ada kendaraan umum yang sudah di atas 10 tahun itu berarti investasinya sudah hangus. Sehingga hal itu bisa mengurangi harga kenaikan tarif," tutur politisi PKS ini.Dia memastikan, kenaikan tarif transportasi di Jakarta tidak akan sebesar kenaikan harga BBM. "Tidak mungkin BBM naik 85 % tiba-tiba transportasi juga naik 85 % juga. Padahal kenaikan harga BBM hanya salah satu faktor saja," tegasnya. (atq/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads