DetikNews
Kamis 09 Mei 2019, 20:18 WIB

Soal Rambut Nabi: Diyakini Keberkahannya hingga Dipertanyakan MUI

Rakhmad Permana - detikNews
Soal Rambut Nabi: Diyakini Keberkahannya hingga Dipertanyakan MUI Opick dan Derry Sulaiman
Jakarta - Topik soal 'rambut Nabi' menjadi perbincangan hangat. Rambut Nabi jadi perbincangan setelah penyanyi religi Opick mengaku telah mendapat warisan rambut Nabi Muhammad SAW.



Opick sebelumnya menggelar jumpa pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (7/5/2019). Opick terlihat mendekap sebuah tabung berisi rambut yang dibungkus kain putih. Tabung itu ternyata berisi rambut Nabi Muhammad SAW. Derry Sulaiman, yang melihat satu helai rambut Nabi itu, pun menangis karena haru.

Opick mengatakan baru saja kembali dari Turki untuk mengetahui nasab ahli waris rambut Nabi SAW tersebut. Dia juga mengklaim rambut yang dibawanya itu bersertifikasi langsung dari pemerintah Turki dan Dewan Ulama Thariqah Internasional.

"Hanya satu hari di sana untuk memastikan dan mengetahui nasabiyahnya. Kemudian meminta (nasabiyah rambut) ini dari siapa, dari siapa, dari siapa sampai ke Rasulullah SAW," kata Opick saat jumpa pers di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (7/5/2019).


Cerita Opick menunjukkan kepercayaan bahwa rambut Nabi Muhammad SAW mengandung keberkahan. Lalu, bagaimana sejarah rambut Nabi SAW hingga dipercaya mengandung keberkahan ini?

Dalam buku 'Jangan Sakiti Rasulullah Al-Musthafa: Mengukir Senyum Terindah di Wajah Al-Musthafa' yang ditulis oleh Miftahur Rahman El-Banjary, diceritakan soal bagaimana rambut Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai benda yang berharga. Dia menulis, pada zaman sahabat Nabi, rambut Nabi diyakini sebagai benda yang mengandung keberkahan. Hal ini seperti yang dilakukan oleh sahabat Nabi, Khalid bin Walid, saat berada dalam peperangan Yarmuk. Ketika berperang, topi besi yang dikenakan oleh Khalid terjatuh. Secara spontan, Khalid pun menepi dari medan perang untuk mencari topinya yang terjatuh tersebut.

Alih-alih mendapatkan topinya, Khalid justru mendapatkan serangan bertubi-tubi dari musuh. Khalid pun menjadi panik. Oleh karena itu, dia memerintahkan anak buahnya untuk segera mencari topi besi tersebut. Sebab, bagi Khalid, topi itu sangat berharga dan akhirnya topi itu ditemukan. Setelah perang berakhir, anak buah Khalid bertanya kenapa topi itu begitu berharga. Khalid menjawab, "Topi itu tidak berharga sama sekali. Namun sesuatu yang berharga adalah isi yang terdapat dalam topi ini. Di dalam topi ini terdapat beberapa helai rambut mulia Rasulullah SAW," ucapnya. Menurut Khalid, rambut tersebut yang membuatnya dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT. Maka dari itu, dia dan pasukannya menang dalam perang.

Ada pula kisah lain, soal rambut Nabi ini dalam buku Mecca and Eden: Ritual, Relics and Territory in Islam karya Brannon Wheeler. Dalam buku tersebut dijelaskan, soal bagaimana pengikut Nabi menyimpan keringat dan rambut Nabi saat menjelang wafat.

Selain itu, seorang peneliti kajian tradisi Islam, Annemarie Schimmel dalam bukunya yang berjudul My Soul is Woman, juga sempat menyinggung tentang rambut Nabi. Dia menulis, di kawasan Bijapur, India, rambut Nabi termasuk barang yang dikeramatkan.

"Ada beberapa bukti bahwa mereka mungkin telah menyambut kedatangan sebuah peninggalan keramat, seperti hazratbal, Rambut Mulia Nabi, di Bijapur, dengan menyanyikan doa puji-pujian," tulisnya.

Lantas, apakah mempercayai keberkahan dalam rambut Nabi termasuk dosa syirik?

Masih merujuk pada buku 'Jangan Sakiti Rasulullah Al-Musthafa: Mengukir Senyum Terindah di Wajah Al-Musthafa' yang ditulis oleh Miftahur Rahman. Menyimpan rambut Nabi dianggap sebagai sesuatu dibolehkan, karena sahabat Nabi pun melakukannya.

"Hal tersebut sah-sah saja. Kita sama-sama menyakini bahwa Rasulullah al-Musthafa adalah sumber keberkahan. Apa pun yang terkait beliau, bagian tubuh beliau, segala sesuatu yang beliau sentuh mengandung keberkahan dari segala keberkahan," tulisnya. Sedangkan, untuk kasus Khalid bin Walid, dia menafsirkan rambut tersebut sebagai pemicu motivasi.


Sementara itu, Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yunahar Ilyas mengingatkan masyarakat soal heboh satu helai rambut Nabi Muhammad SAW yang dibawa musisi religi Aunur Rofiq Lil Firdaus alias Opick dari Turki. Yunahar mengatakan peninggalan Rasulullah SAW hanya Alquran dan As-Sunnah.

"Ya Nabi mengatakan, 'Aku tidak mewariskan apa-apa kecuali Alquran dan As-Sunnah.' Yang penting itu bukan rambut atau warisan fisik Nabi, tapi Alquran dan As-Sunnah," ujar Yunahar Ilyas, Kamis (9/5/2019).

"Kalaupun iya itu rambut Nabi, lalu untuk apa? Pertanyaannya untuk apa? Kalau baju, sandal, serban, dan sejenisnya bisa dilihat aspek budayanya. Nah, rambut untuk apa?" ujar Ketua PP Muhammadiyah bidang Tarjih dan Tabligh ini.
(rdp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed