Round-Up

Kivlan Zen Smes Balik Serangan 'Setan Gundul'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Mei 2019 20:04 WIB
Kivlan Zen (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Kivlan Zen menyerang balik Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut ada 'setan gundul' di Koalisi Indonesia Adil-Makmur. Kivlan menuding justru Andi Arief yang merupakan setan gundul.

Istilah setan gundul ini pertama kali dilontarkan Andi Arief melalui cuitannya. Andi mengatakan setan gundul itu memberikan masukan kepada Prabowo, yang menurut dia sesat.

"Dalam Koalisi Adil Makmur, ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya, muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi, dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," kata Andi Arief dalam Twitter resminya, Senin (6/5/2019). Cuitan Andi ini dibagikannya kepada sejumlah wartawan.

Andi mengatakan Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan partai-partai politik pengusung Prabowo-Sandiaga dan rakyat, bukan setan gundul. Jika setan gundul masih hadir, Andi mengancam Demokrat bakal memilih jalan sendiri.

Kivlan Zen tidak terima. Menurutnya, yang setan gundul adalah Andi Arief.

"Ya yang setan gundul itu dia yang setan gundul, Andi Arief setan gundul, dia yang setan. Masa kita dibilang setan gundul," ujar Kivlan kepada wartawan saat demo di Bawaslu RI, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).


Kivlan juga menyerang Demokrat dan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kivlan menuding SBY tidak ingin Prabowo Subianto jadi capres.

"Orang Partai Demokrat nggak jelas kelaminnya, SBY nggak jelas kelaminnya, dia mau mencopot Prabowo supaya jangan jadi calon presiden dengan gayanya segala macam cara," lanjutnya.

Kivlan mengaku sangat memahami sifat mantan muridnya itu, yakni SBY. Bahkan SBY, menurutnya, terbilang licik.

"Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tahu dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014," jelasnya.

Demokrat tidak terima dengan pernyataan Kivlan itu. Demokrat membalas serangan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

"Coba Kivlan apalah, berkaca lagi ke dirinyalah. SBY itu nggak pernah jadi muridnya Kivlan Zen. Kivlan Zen tidak lebih pintar dari SBY. Kalau sudah lebih pintar, Kivlan itu sudah jadi presiden dia, bintangnya sudah 4," ujar Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Kamis (9/5).

Kivlan dan SBY memang merupakan purnawirawan TNI. Pangkat terakhir Kivlan sebelum pensiun adalah mayor jenderal (mayjen) atau bintang dua di TNI AD.

Sementara itu, SBY mengakhiri karirnya dengan pangkat letnan jenderal (letjen) bintang 3. Namun, dalam perjalanannya, SBY mendapat gelar jenderal kehormatan bintang 4. Jansen pun menyoroti hal tersebut.

"Coba lihat dulu bintangnya itu berapa biji, begitu," kata dia.


Ketua Dewan Kehormatan (Wanhor) PD Amir Syamsuddin mengaku tidak kenal dengan Kivlan. Namun, dalam pengamatannya, dia menyebut Kivlan merupakan tokoh yang kerap menghasut.

"Saya tidak kenal orang ini, tetapi dari pengamatan saya, dalam setiap penampilannya, dia adalah orang yang kosakatanya terbatas dengan narasi yang buruk dan cenderung menghasut," ujar Amir kepada detikcom, Kamis (9/5). (idh/dnu)