Bom Bali Renggut 5 Nyawa Karyawan PT CIF
Senin, 03 Okt 2005 22:57 WIB
Jakarta - Di tengah orang-orang bepergian ke Bali untuk liburan, bukan kesenangan yang diperoleh malah penderitaan yang didapat. Begitulah kira-kira nasib karyawan PT CIF. Bom Bali merenggut nyawa lima karyawan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi ini serta puluhan orang lainnya menderita luka-luka. Kini, sebagian besar mereka dirawat di RS Husada, Jl Raya Mangga Besar, Jakarta Pusat."Ada lima orang karyawan PT CIF yang meninggal yakni Eni, Kojarwati, Fenny, Megawati, dan Elly," kata Kamal, salah satu korban luka yang dirawat di RS Husada, Senin (3/10/2005). Kamal menjelaskan, saat itu dia bersama 26 orang rekannya sedang makan di Kafe Menega, Jimbaran. Karena tidak bisa menampung secara keseluruhan, akhirnya mereka memilih makan di luar Kafe Menega dengan menggabungkan dua meja. "Namun baru saja kami makan tapi tiba-tiba terjadi ledakan," ujar Kamal lirih.Orang-orang pun menjadi sangat panik. Mereka sibuk menyelamatkan diri sehingga orang-orang bertabrakan satu dengan lainnya. Kamal sendiri, setelah ledakan pertama langsung berinisiatif menuju ke tempat parkir untuk menghindari lokasi tersebut. "Namun belum sampai ke tempat parkir, terdengar suara yang sama-sama dashyat," ujarnya.Kamal kemudian mengalami luka ringan di bagian wajah dan tangan kanannya. Menurut dokter di RS Sanglah, gendang telinganya sebelah kiri telah pecah. "Sekarang saya berharap semua orang lekas sembuh dan kasus ini tidak terjadi lagi," harapnya.
(atq/)











































