Tarif Angkutan Umum di Medan Sudah Naik
Senin, 03 Okt 2005 21:41 WIB
Medan - Kendati belum ada keputusan pemerintah tentang kenaikan tarif angkutan umum, sejumlah angkutan umum antarkota dalam provinsi dan antarprovinsi di Sumatera Utara (Sumut) mulai menaikkan tarif. Hal ini dilakukan menyusul kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang baru ditetapkan pemerintah 1 Oktober 2005 lalu.Perusahaan angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang berkantor di Medan umumnya mulai menetapkan harga baru tersebut mulai hari ini, Senin (3/10/2005).Kenaikan tarif ini memang masih sepihak sifatnya karena pemerintah Propinsi Sumut masih belummenetapkan kenaikan tarif. Pemerintah Provinsi Sumut hingga kini masih mempersiapkan formulasi penetapan tarif baru. Dalam praktiknya, selisih kenaikan yang diterapkan AKDP dan AKAP tersebut rata-rata mencapai Rp 20 ribu per penumpang. Untuk tarif angkutan dari Medan-Pekan Baru, pihak Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), misalnya, telah menaikkan tarif Rp 110 ribu. Harga sebelumnya Rp 90 ribu. Kemudian tarif angkutan dari Medan- Tarutung, seperti yang diterapkan CV Tobali, sebelumnya Rp 45 ribu, kini menjadi Rp 60 ribu. Untuk tarif angkutan dari Medan-Mandailing Natal (Madina), pihak angkutan Taxi Kita yang sebelummnya menetapkan tarif Rp 70 ribu, kini menaikkannya menjadi Rp 95 ribu.Untuk tarif angkutan dari Medan-Sibolga, pihak angkutan Simpati yang sebelumnya menetapkan seharga Rp 70 ribu, kini menaikkannya menjadi Rp 90 ribu.Mengenai tarif angkutan menyusul naiknya harga BBM, Wakil Gubernur Rudolf Pardede mengungkapkan bahwa instansi terkait saat ini sedang melakukan pembahasan. Menurutnya, Dinas Perhubungan Sumut bersama Organda sudah diminta untuk menentukan persentase kenaikan tarif angkutan dalam dua hari ini. "Kita tunggu saja. Saya sudah minta Dinas Perhubungan melakukan pembahasan mengenai besaran kenaikannya," terangnya.Rudolf mengakui, para sopir akan merasakan dampak besar terhadap kenaikan BBM sekarang ini. Karenanya, tarif angkutan juga perlu dinaikkan untuk menyesuaikan. Pemda Sumut sudah menyiapkan tiga opsi yang akan ditawarkan, dan sudah ada rumusan-rumusan bagaimana menentukan besarnya kenaikan. Tapi mungkin baru diketahui dalam dua hari ini."Saya harap para sopir bersabar. Pemerintah sangat terpaksa menaikkan BBM. Karenanya kenaikan tarif ini akan dibahas dan segera akan ditetapkan," kata Rudolf.
(atq/)











































