Pasca Kenaikan BBM, Pegadaian Pekanbaru Diserbu Nasabah
Senin, 03 Okt 2005 21:15 WIB
Pekanbaru - Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) berdampak luas pada perekonomian masyarakat kecil. Kepanikan pun dialami warga Riau, meskipun dikenal daerah terkaya penghasil minyak. Untuk menambah kucuran dana segar, demi memenuhi kebutuhan hidup, warga ramai-ramai ke Pegadaian.Bagi kelangan masyarakat kelas bawah, mungkin ini saatnya paling panik memenuhi kebutuhan hidup. Maklum, berbagai kebutuhan sehari-hari naik dratis tanpa diberengi kenaikan pendapatan. Kondisi seperti ini, memaksa warga untuk segera mencari dana segar. Kantor Pegadaian di Pekanbaru, misalnya, menjadi salah satu tempat jalan keluar untuk bisa mendapatkan kucuran uang kontan."Pasca kenaikan BBM ini, nasabah kami terus meningkat. Masyarakat lebih cenderung mendapat dana segar dari Pegadaian. Kita perkirakan, jumlah kucuran kredit dipastikan melonjak hingga Rp 6 miliar dibanding dengan tahun lalu," kata Asisten Manajer Operasional Pegadaian, Cabang Pekanbaru, Ronaldi kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jl Sudirman, Pekanbaru, Senin (3/10/2005).Menurut Ronaldi, dalam satu bulan ini saja pihaknya sudah menerima 2.500 nasabah baru, atau meningkat 20 sampai 25 persen di banding bulan yang sama pada tahun lalu. Selain soal naiknya harga BBM ini, eforia masyarakat dalam menyambut bulan Ramadan juga memicu mereka untuk mendapatkan dana segar."Peningkatan nasabah kita ini, selain dipicu naiknya harga BBM, juga tidak terlepas, dari kondisi memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan nanti. Kedua kondisi inilah, memungkinkan mereka mendapatkan dana segar tanpa harus berbelit-belit ke tempat kami," kata Ronaldi.Dia menjelaskan, total penyaluran kredit Pegadaian Pekanbaru tahun lalu hanya Rp 29 miliar. Kini diperkirakan, naik menjadi Rp 35 miliar. Dana sebanyak itu sekitar 75 persen penyaluran kreditnya dialokasikan untuk nasabah dengan pinjaman berkisar Rp 500.000 - Rp 20 juta. "Dari yang telah kita salurkan, sebagian besar kredit itu untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan sisa 25 persen lagi, merupakan dana segar untuk menambah modal usaha guna membarengi naiknya semua kebutuhan pokok masyarakat," kata Ronaldi.
(atq/)











































