Said Aqil: Maksud Hendropriyono Baik, tapi Jangan Digeneralisir 'WNI-Arab'

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 09 Mei 2019 14:53 WIB
Said Aqil Siroj (Agung Pambudhy/detikcom)
Said Aqil Siroj (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengingatkan Habib Rizieq Syihab dan WNI keturunan Arab tidak menjadi provokator. Ketum PBNU Said Aqil Siroj kurang sependapat dengan Hendropriyono.

"Saya kurang sependapat kalau digeneralisir, bahwa tokoh-tokoh nasionalis dari keturunan Arab banyak, ada pun beberapa, ada juga yang radikal atau kurang nasionalis, tidak nasionalis, ada," ujar Aqil setelah bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Menurut Aqil, pernyataan Hendro seakan-akan menggeneralisasi pandangan terhadap WNI keturunan Arab. Meski demikian, kata Aqil, apa yang disampaikan Hendropriyono bermaksud baik.

"Tapi saya tidak sependapat dengan pak Hendropriyono, seakan-akan digeneralisir, tapi tujuannya bagus, tujuannya baik," kata Aqil.

Anggota Dewan Pengarah BPIP ini mencontohkan masih banyak WNI keturunan Arab yang nasionalis. Ia memberikan contoh Habib Luthfi asal Pekalongan.

"Keturunan Arab yang nasionalis, Habib Luthfi contohnyalah ya. Habib Syekh yang Solo itu, banyak sekalilah. Salawatan terus Indonesia Raya itu Habib Syekh kan, Habib Luthfi setiap ada acara pasti Indonesia Raya, nasionalis sekali itu," ujar Aqil.



"Bahwa ada sekelompok yang harus kita amati, waspadai, iya. Jangan digeneralisir. Tapi niatnya Pak Hendropriyono baik," imbuhnya.

Hendropriyono sebelumnya memandang banyak warga keturunan Arab yang sangat dihormati di masyarakat. Karena itu, dia merasa perlu memperingatkan sebagian warga keturunan Arab untuk tidak memprovokasi revolusi sampai turun ke jalan.

"Kalau kenyataan di masyarakat kita itu sangat menghormati orang-orang Arab, mereka kan juga warga negara Indonesia. Kalau di kampung-kampung kita masih bisa lihat orang Arab datang ke kampung-kampung pada cium tangan. Berarti posisinya mereka kan berada pada tempat yang dimuliakan, mereka kemudian langsung atau tidak langsung terakui sebagai pemimpin informal, informal leader," kata Hendropriyono.

Terkait dengan ucapannya, Hendropriyono akan dipolisikan Persaudaraan Alumni 212. Namun Hendropriyono menegaskan ia hanya mengingatkan sesama bangsa Indonesia supaya tidak menempuh langkah kontraproduktif.

"Itu teriakan revolusi ada mana-mana di medsos dan ada bukan kata-kata itu kan video bisa dilihat itu berbahaya. Karena itu, kenapa saya spesifik bilang keturunan Arab, karena masyarakat kita itu meneladani mereka, mengikuti mereka. Karena itu, saya mengingatkan, jangan dibawa pada emosi, jangan dibawa pada ketegangan, cuma memperingatkan," kata Hendropriyono kepada wartawan, Rabu (8/5).


Prabowo Sebut Ucapan Hendropriyono soal WNI Keturunan Arab Rasis:

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/fjp)