2 Warganya Buron Teror, Malaysia Harus Bantu RI Ungkap Bom Bali II
Senin, 03 Okt 2005 18:42 WIB
Jakarta -
Azahari Husin dan Noordin Moh Top merupakan warga Malaysia yang menjadi buronan teroris. Keduanya diduga sebagai otak peledakan bom Bali II. Jadi sudah seharusnya Malaysia membantu Indonesia mengungkap kasus ini.Malaysia sudah mengimbau Indonesia agar segera menyelidiki dan mengungkap tuntas kasus bom Bali II. Malaysia juga sudah menyatakan siap bekerja sama dengan Indonesia jika para penyidik menemukan bukti bahwa para pelaku bom Bali II ada di negeri jiran ini."Harusnya negara yang punya warga negara yang diduga sebagai otak pelaku pengeboman proaktif membantu keras melacak jaringan itu. Jangan biarkan Indonesia sendirian," cetus Anggota Komisi I DPR RI Andi M Ghalib kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2005).Menurutnya, bantuan Malaysia kepada Indonesia dalam pengungkapan kasus bom Bali II juga bisa dinilai sebagai bentuk kebersamaan, karena masalah teroris adalah tanggung jawab bersama.Ghalib menambahkan, terjadinya bom di Bali membuktikan lemahnya kinerja aparat intelijen Indonesia, karena tidak bisa melacak terjadinya serangan terorisme. "Saya melihat memang aparat intelijen kita lemah. Buktinya setelah meledak, kita ribut-ribut," sindirnya.Dikatakan dia, dengan tantangan bangsa Indonesia yang makin kompleks dan persoalan terorisme dunia, Badan Intelijen Nasional (BIN) harus bisa menyesuaikan diri. Sebab, intelijen Indonesia tidak lagi bisa mengandalkan model kerja intelijen sebagaimana zaman LB Moerdani, karena kompleksitas dan banyaknya persoalan di Indonesia.Selain itu, menurutnya, perlu diadakan payung hukum intelijen. "Untuk menghindari ancaman teror ke depan, diusulkan perlu adanya kerja sama antarbadan intelijen di Indonesia, baik BIN, badan intelijen TNI, polisi, dan badan intelijen lainnya," usul Ghalib.
(san/)










































