159 Santri Ponpes Assalam Solo Keracunan Ikan Bandeng

159 Santri Ponpes Assalam Solo Keracunan Ikan Bandeng

- detikNews
Senin, 03 Okt 2005 17:43 WIB
Solo - Sekitar 159 santri di Ponpes Modern Assalam, Pabelan, Solo, keracunan setelah makan siang bermenu ikan bandeng. Sebagian besar santri yang keracunan langsung ditangani dokter di unit kesehatan pondok, sedangkan yang cukup parah dikirim ke rumah sakit terdekat."Yang keracunan sekitar 150 dari 2.100 seluruh jumlah santri. Sebagian sudah kembali ke kamarnya, yang belum kuat masih dirawat di UKP (Unit Kesehatan Pondok). Ada beberapa santri putri kami kirim ke rumah sakit karena kondisinya kurang fit," kata Wakil Direktur II Ponpes Assalaam, Bambang Arief Rahman kepada wartawan Senin (3/10/2005).Menurut dia, kejadian itu diketahui pada saat istirahat siang karena satu persatu santri yang bermasalah dengan kesehatannya itu pamit menuju kamarnya masing-masing dan tidak kembali ke kelas. Setelah dicek, ternyata mereka mengaku pusing, mual-mual dan kemudian muntah-muntah.Pengelola pondok langsung membawa seluruh santri yang sakit, baik putra maupun putri, untuk mendapatkan pertolongan pertama di UKP yang ditangani oleh lima orang dokter pondok.Namun ternyata ada beberapa santri yang mengalami keracunan cukup serius sehingga dikirim ke Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) yang terletak tidak seberapa jauh dari kompleks Ponpes Assalam. Kebanyakan yang dikirim ke RSIS adalah santri putri karena ketahanan tubuhnya kurang fit.Bambang mengatakan bahwa sampel muntahan santri telah dikirim ke laboratorium Depkes Solo untuk diteliti darimana sumber keracunan itu. Namun Bambang menduga racun berasal dari makan siang yang disediakan pondok.Dugaan Bambang ini seperti dikuatkan oleh penuturan sejumlah santri yang sudah sembuh dari keracunan ringan itu. Mereka mengatakan lauk berupa bandeng pada makan siang saat dipegang agak lengket. Ketika dimakan terasa agak pahit. Namun mereka tetap memakannya karena lauk untuk makan siang yang disediakan pondok saat itu hanya bandeng tersebut. (asy/)


Berita Terkait