Korban Tewas Bom Bali II
Ely Akan Diwisuda Desember
Senin, 03 Okt 2005 17:22 WIB
Jakarta - Pupus sudah harapan Johan Sunarto menyaksikan putrinya, Ely Sunarto (23), diwisuda pada Desember nanti. Ely termasuk salah satu korban tewas dalam peristiwa ledakan bom di Kuta Square, Bali."Saya hanya bisa pasrah," ucapnya lirih di Rumah Duka RS Husada, Jalan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2005).Johan mengaku tidak dendam dengan pelaku pengeboman yang telah menewaskan mahasiswi Universitas Jayakarta itu. "Mungkin nasib Ely memang sudah begitu," ujarnya.Johan mengaku terakhir kali kontak dengan Ely pada Jumat lalu, sesaat setelah Ely menginjakkan kaki di Pulau Dewata. Ely saat itu menelepon ayahnya untuk menyampaikan kabar bahwa ia sudah tiba di Bali.Berbeda dengan ayahnya, paman Ely, Rudi Sunarto (38), mengaku sangat dendam dengan pelaku pengeboman yang telah menewaskan keponakannya itu. "Tapi saya tidak bisa apa-apa. Saya ingin pelakunya mati pakai tangan saya sendiri. Siapa sih yang terima ponakannya mati begitu saja," tegasnya.Yang sangat disesalkan Rudi, pelaku pengeboman selalu mengatasnamakan Islam dalam menjalankan aksinya. "Umat Islam kan jadi ikut kebawa-bawa," cetusnya.Rudi mengaku tidak bisa menghapus bayang-bayang keponakan yang disayanginya itu. Ely di matanya adalah gadis yang baik, ramah dan mandiri. "Ia membiayai sendiri kuliahnya. Pagi kerja di Cif Transportasi dan sore kuliah. Duh, gimana rasanya, apalagi Desember nanti dia mau diwisuda," tuturnya.Ely tewas saat sedang bersantap malam di sebuah restoran dekat Bar and Restaurant Raja's di Kuta Square. Bersama-teman-temannya dari Cif Transportasi, ia mengadakan tur ke Bali. Sayang, baru sehari di Bali, bom merenggut nyawanya. Akibat bom, kepala bagian belakang Ely bolong dan bahu kanannya mengalami luka akibat terkena lemparan kursi.Setelah diidentifikasi, jenazah Ely diterbangkan ke Jakarta dan tiba pada Minggu 2 Oktober pukul 23.30 WIB. Selain Ely, RS Husada kini menampung rekan-rekan Ely yang mengalami luka-luka. Di Rumah Duka RS Husada, pelayat tidak henti-hentinya berdatangan.Jangan Sampai TerulangSelain berdoa di depan jenazah Ely, mereka juga berdoa di depan jenazah rekan Ely, Megawati Helmi (20). Tampak ibunda Mega, Sri Anggraini Helmi, yang tidak mampu menyembunyikan rasa shock-nya atas kematian putrinya. Ia lebih banyak diam.Namun kepada wartawan ia sempat menuturkan tentang putrinya. "Mega orang yang sangat perhatian, apa yang dibutuhkan orang-orang di sekitarnya selalu ia usahakan. Orangnya tegas, tidak banyak omong dan bertanggung jawab," katanya.Sri lalu meminta pemerintah memperhatikan masalah keamanan agar kasus serupa tidak terulang lagi. "Semoga kejadian ini yang terakhir. Saya sendiri sudah mengikhlaskan kepergian anak saya," ujarnya.
(umi/)











































