Shery Lihat Pria Berkabel Melintas di Belakang Ortunya
Senin, 03 Okt 2005 17:17 WIB
Jakarta - Kronologi bom Bali II sedikit demi sedikit terkuak. Saat santap malam di Kafe Nyoman, Jimbaran, Bali, Shery (28) melihat seorang pria berkabel melintas di belakang orangtuanya. Lalu...duarr!!!Orangtua Shery, Darmawan (71) dan Mintarsah (56) kemudian menjadi korban meninggal akibat ledakan bom tersebut. Keduanya dimakamkan berdampingan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Senin 3 Oktober.Shery mengalami luka-luka. Di dada Shery menancap serpihan bom yang tembus ke bagian paru-paru. Sedangkan suaminya, Riza Suryo (30), terkena serpihan bom di punggung belakang dan tangannya patah. Keduanya dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.Untungnya, 2 putra Shery-Riza, yakni Mirza (4) dan Aulia (2), lolos dari aksi tidak berperikemanusiaan itu karena sedang dibawa keluar dari kafe oleh Eni (16), baby sitter."Begitu kondisi saya mulai pulih, saya terbayang-bayang dengan kejadian Sabtu malam 1 Oktober itu. Saya mulai mengingat-ingat kejadiannya," tutur Shery kepada detikcom melalui telepon, Senin (3/10/2005). Saat makan malam, Shery duduk berdampingan dengan Riza. Mereka duduk berhadap-hadapan dengan orangtua Shery, Darmawan dan Mintarsah. Sedangkan Mirza dan Aulia sudah selesai makan, sehingga main ke luar kafe."Pas lagi makan, seperti biasa, saya kadang lihat kanan kiri. Ada pria pakai baju hitam-hitam berjalan dari belakang papa dan mama. Di balik baju pria itu ada kabel-kabel. Pria itu menarik kabel dari balik baju. Lalu saya tidak tahu apa-apa lagi," papar Shery.Meski demikian, Shery mengaku belum melihat gambar 3 kepala yang dipublikasikan polisi. Ketiganya diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Kafe Nyoman dan Kafe Mendega di Jimbaran, serta Bar and Restaurant Raja's di Kuta Square.Shery juga belum bisa memastikan apakah wajah pria berkabel yang dilihatnya di Kafe Nyoman itu mirip dengan salah satu dari gambar 3 kepala tersebut.
(sss/)











































