Pasutri Sempat Kritis, 2 Putranya Lolos dari Bom Bali II

Pasutri Sempat Kritis, 2 Putranya Lolos dari Bom Bali II

- detikNews
Senin, 03 Okt 2005 16:53 WIB
Pasutri Sempat Kritis, 2 Putranya Lolos dari Bom Bali II
Jakarta - Kisah miris terus bergulir pascabom Bali II. Akibat diterjang serpihan bom yang meledak di Bali, pasangan suami istri (pasutri) Shery (28) dan Riza Suryo (30) harus tergolek dengan kondisi kritis.Syukurlah kedua putranya, Mirza (4) dan Aulia (2), lolos dari aksi tak berkeprimanusiaan itu.Hingga kini, Senin (3/10/2005), Shery dan Riza masih dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Namun kondisinya sudah mulai membaik setelah menjalani operasi.Di dada Shery menancap serpihan bom yang tembus ke bagian paru-paru. Sedangkan Riza terkena serpihan bom di punggung belakang dan tangannya patah.Pada malam naas 1 Oktober, Shery dan Riza sedang bersantap malam di Kafe Nyoman, Jimbaran, Bali. Turut serta dua putranya, Mirza dan Aulia, kemudian orangtua Shery, Darmawan (71) dan Mintarsah (56).Ledakan bom kemudian merenggut nyawa Darmawan dan Mintarsah. Sementara Shery dan Riza mengalami luka berat. Sedangkan Mirza dan Aulia terhindar dari maut lantaran dibawa keluar dari kafe oleh Eni (16), baby sitter.Shery sempat mengontak keluarganya di Jakarta dengan menggunakan HP. Namun Shery hanya berbicara singkat karena keburu jatuh pingsan.SupelShery di mata sahabatnya dikenal sebagai pribadi yang supel, ramah, dan lemah lembut."Dia baik hati kepada semua orang. Itu sebabnya dulu sewaktu masih sekolah, dia digandrungi dan jadi idaman para pria," kata Donny BU, sahabat Shery, di Jakarta.Shery yang menggemari musik serta mahir main piano dan organ ini menuntut ilmu di Tokyo, Jepang, hingga lulus SMA.Selanjutnya, perempuan yang juga menguasai ilmu beladiri Kempo ini kuliah di Universitas Dharma Persada, Jakarta."Selama kuliah di Jakarta, Shery mengaplikasikan kemampuan bahasa Jepang dengan menjadi penerjemah. Shery bukan tipe perempuan manja meski pernah hidup di luar negeri ikut ayahnya," tutur dosen sebuah PTS di Jakarta ini.Ayah Shery, Darmawan, selama 21 tahun mengabdi menjadi local staff di KBRI Tokyo, Jepang. Setelah pensiun, Darmawan bersama istrinya, Mintarsah, tinggal di Cilandak, Jakarta Selatan.Darmawan dan Mintarsah menjadi korban meninggal akibat ledakan bom di Kafe Nyoman. Mintarsah menghadap Sang Pencipta pada 1 Oktober, sedangkan Darmawan pada 2 Oktober. Keduanya dimakamkan berdampingan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Senin 3 Oktober. Foto:Shery, suami dan dua buah hatinya (sss/)


Berita Terkait