Round-Up

Kontroversi Hendropriyono Disambar Prabowo

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Mei 2019 03:34 WIB
Prabowo Subianto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Prabowo Subianto (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Seruan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono kepada WNI keturunan Arab agar tidak memprovokasi soal revolusi jadi kontroversi. Pernyataan Hendropriyono kini disambar Prabowo Subianto.

Hendropriyono mengatakan teriakan revolusi sudah banyak. Dia tak mau seruan makar itu meluas.

"Saya peringatkan Rizieq, Yusuf Martak, dan orang-orang yang meneriakkan revolusi, kan sudah banyak. Itu inkonstitusional, merusak disiplin dan tata tertib sosial, jangan seperti itu," kata Hendropriyono kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).


Hendropriyono memandang banyak warga keturunan Arab yang sangat dihormati di masyarakat. Karena itu, dia merasa perlu memperingatkan sebagian warga keturunan Arab untuk tidak memprovokasi revolusi sampai turun ke jalan.

"Kenyataan di masyarakat, kita itu sangat menghormati orang-orang Arab. Mereka kan juga warga negara Indonesia. Kalau di kampung-kampung kita masih bisa lihat orang Arab datang ke kampung-kampung pada cium tangan. Berarti posisinya mereka kan berada pada tempat yang dimuliakan, mereka kemudian langsung atau tidak langsung terakui sebagai pemimpin informal, informal leader," kata Hendropriyono.

Dengan posisi yang mulia seperti itu, Hendro mengimbau, para warga keturunan Arab supaya mengayomi masyarakat. "Jangan malah memprovokasi revolusi, memprovokasi untuk turun melakukan gerakan politik jalanan. itu inkonstitusional," ujarnya lagi.

Selanjutnya
Halaman
1 2