detikNews
2019/05/08 20:04:47 WIB

Round-Up

Duit Titipan Diakui, Uang di Laci Menag Masih Jadi Misteri

Tim detikcom - detikNews
Halaman 3 dari 3
Duit Titipan Diakui, Uang di Laci Menag Masih Jadi Misteri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ketika tiba di KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap 'jual-beli' jabatan di Kementerian Agama. (Grandyos Zafna/detikcom)


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebutkan uang itu dikembalikan Lukman sekitar seminggu setelah OTT dilancarkan pada Rommy. Sebagai gambaran, disebutkan dalam jawaban dalam praperadilan itu bila penyerahan uang Rp 10 juta ke Lukman terjadi pada 9 Maret 2019, sedangkan OTT yang dilakukan KPK pada 15 Maret 2019.

"Sesuai dengan prinsip dasar pelaporan gratifikasi dan aturan yang berlaku Peraturan KPK nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaporan dan Penetapan Status Gratifikasi, maka jika terdapat kondisi laporan tersebut baru disampaikan jika sudah dilakukan proses hukum, dalam hal ini OTT, maka laporan tersebut dapat tidak ditindaklanjuti sampai penerbitan SK. Oleh karena itulah perlu menunggu proses hukum di penyidikan yang sedang berjalan," ucap Febri.

Namun rupanya KPK tidak hanya menyinggung tentang Rp 10 juta yang diakui Lukman sudah dilaporkannya. Ada temuan uang lain dari laci meja kerja Lukman dari penggeledahan yang telah dilakukan pada Senin, 18 Maret 2019.

Uang apa lagi?

Sebelumnya, setelah KPK melakukan OTT pada Rommy, KPK bergerak menuju ke kantor Kemenag, lebih spesifiknya adalah ruang kerja Lukman. Dari situ, KPK menemukan sekitar Rp 180 juta dan USD 30 ribu di dalam laci meja kerja Lukman.

KPK belum membeberkan asal usul uang itu. Pun, Lukman yang tidak menjawab jelas ketika ditanya wartawan soal uang itu usai menjalani pemeriksaan di KPK.

"Soal uang yang disita dari ruang Anda?" tanya wartawan.
"Saya sudah sampaikan tadi. Kalau materi perkara mohon tanyakan pada KPK," kata Lukman.

Persoalan duit dari laci Lukman pun masih menjadi misteri. KPK hanya memastikan bila hal itu sudah ditanyakan pada Lukman, tanpa merinci apa jawaban Lukman.

"Penyidik juga mengonfirmasi mengenai dan temuan uang di laci meja saksi saat penggeledahan dan laporan gratifikasi dari saksi sebesar Rp 10 juta rupiah," ujar Febri.

Dalam kasus ini Rommy telah ditetapkan sebagai tersangka, pun dua orang yang disebutkan di atas, yaitu Muafaq dan Haris. Muafaq disebut memberikan suap demi mendapat jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, sedangkan Haris sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

KPK pun menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag dalam kasus ini. Alasannya, Rommy duduk di Komisi XI yang tak punya wewenang dalam seleksi jabatan di Kemenag.
(dhn/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed