Angkot Palu Mogok, Pelajar & Mahasiswa Naik Truk Polisi
Senin, 03 Okt 2005 16:00 WIB
Palu -
Para sopir angkutan kota di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (3/10/2005) mogok. Akhirnya, ratusan pelajar dan mahasiswa yang hendak berangkat ke sekolah dan ke kampus terlantar di jalan-jalan. Untungnya, mereka diangkut oleh truk Satuan Perintis Polres Kota Palu yang memang disiagakan mengantisipasi pemogokan para sopir angkot ini.Sejak pukul 07.00 Wita, sejumlah truk polisi menyisir jalan-jalan di dalam Kota Palu. Truk-truk ini memang disiagakan mengangkut para pelajar dan mahasiswa yang terlantar akibat pemogokan sopir angkot.Salah seorang di antaranya adalah Muhajir. Ia adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Palu yang menunggu angkot sejak pukul 06.30 waktu setempat, namun tak juga ada angkot yang mau mengangkutnya. Sampai kemudian datang truk polisi setelah lebih dari 1 jam menunggu. "Saya ada kuliah tadi jam delapan, sudah saya tunggu-tunggu angkot tidak ada juga. Untung ada mobil polisi yang mau mengangkut kami. Jadi, saya dengan teman-teman tadi naik truk Polisi ke kampus. Ada juga dosen yang naik truk itu," tutur Muhajir.Hal serupa dialami oleh Fahria, juga mahasiswa dari fakultas yang sama. Untungnya, ia kemudian diantar oleh kakaknya dengan sepeda motor.Sementara itu, sopir angkot yang mogok mendatangi Walikota Palu Suardin Suaebo. Di Kantor Walikota di Jalan Balai Kota Timur, Palu Selatan mereka memarkir kendaraannya di Lapangan Vatulemo di depan kantor walikota itu.Kepada Walikota Suardin, mereka meminta agar secepatnya pemerintah memberlakukan tarif baru. Untuk pelajar mereka meminta Rp 1.500, sebelumnya Rp 1.000. Lalu untuk mahasiswa Rp 2.000, naik dari Rp 1.300. Dan untuk penumpang umum, mereka mematok harga Rp 2.500.Walikota Suardin berjanji akan segera membicarakan usulan para sopir angkot ini dengan jajaran pemerintah kota.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
