Inggris dan Australia Mengklaim Warganya Hilang di Bali

Inggris dan Australia Mengklaim Warganya Hilang di Bali

- detikNews
Senin, 03 Okt 2005 15:58 WIB
Bali - Pemerintah Inggris dan Australia mengklaim kehilangan warganya di Bali sejak terjadinya ledakan bom di Kuta dan Jimbaran, Bali, 1 Oktober lalu. Sayangnya, berapa jumlah warga mereka yang tiba-tiba raib, kedua pemerintahan itu tidak menyebutkannya. "Mereka tidak menyampaikan berapa jumlah warganya yang hilang. Jadi belum jelas juga," ungkap anggota Tim Identifikasi Kedokteran, Ida Bagus Putu Alit, dalam jumpa pers di RSU Kuta Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (3/10/2005).Utusan kedua negara, lanjut Alit yang ditemani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dewa Ketut Oka, langsung mencari keberadaan warganya itu ke RSU Sanglah. Mereka juga bertanya-tanya kepada Tim Identifikasi Korban. Mengenai empat korban tewas dari ras kaukasia (kulit putih) yang hingga kini belum teridentifikasi, Alit belum bisa memastikan apakah keempatnya warga negara Inggris dan Australia. "Kita belum tahu juga. Mungkin saja setelah identifikasi. Jadi bisa ya bisa tidak," katanya.Akibat ledakan bom, dipastikan 22 orang tewas. Dari jumlah tersebut, 14 jenazah berhasil diidentifikasi. Seluruhnya warga Indonesia yang berada di sekitar Kuta Square dan Jimbaran, Bali, saat ledakan terjadi.Sementara satu korban diduga warga Jepang. Namun hingga kini statusnya masih rekonfirm. Sedangkan empat korban lain yang belum teridentifikasi diduga dari ras kaukasia (kulit putih), dan tiga body bag yang berisi bagian-bagian tubuh korban. Ketiganya masih belum teridentifikasi. Jadi total yang belum teridentifikasi ada 8 jenazah. (umi/)


Berita Terkait