Minta Subsidi, Ratusan Sopir Angkot Semarang Mogok

Minta Subsidi, Ratusan Sopir Angkot Semarang Mogok

- detikNews
Senin, 03 Okt 2005 15:21 WIB
Semarang - Ratusan sopir angkutan kota (angkot) Semarang mengeluhkan kenaikan BBM. Pendapatan mereka tak sebanding dengan pengeluaran. Untuk itu, merekaminta subsidi.Aksi mogok kerja itu dilakukan angkot dari berbagai jurusan di Semarang. Seperti jurusan Johar - Simpang Lima - Kedungmundu, jurusan Gunung Pati, jurusan Johar - Simpang Lima - Sampangan, dana lain-lain. Mereka mendatangi Balaikota Semarang, Jl Pemuda. Di balaikota, mereka tidak berkerumun dan berorasi laiknya demo. Sebagian sopir menuju ruang walikota, sebagian besar lainnya duduk-duduk di dekat angkotmereka. Perwakilan sopir tidak bisa menemui walikota karena yang dicari tak berada di tempat. Salah satu sopir angkot yang mengaku bernama Sardi (42), para sopir menilai seharusnya dana kompensasi BBM tidak hanya diberikan pada keluarga miskin. Tapijuga pada sektor lainnya seperti angkutan."Kenaikan BBM ini membuat panghasilan kami merosot drastis. Bisa-bisa angkutan malah bangkrut. Kalau bisa kami mendapat BBM dengan harga lama. Itu yang paling minimal," tuturnya kepada detikcom di lokasi, Senin (3/10/2005).Sardi menambahkan, sesuai dengan kesepakatan para sopir angkutan, mereka juga menolak kenaikan tarif 50 persen sebagaimana ditetapkan DLLAJ. Keputusan ituharus ditinjau ulang agar menguntungkan pengusaha dan sopir angkutan.Karena banyaknya angkot yang ikut mogok, polisi menutup satu sisi jalan utama di Semarang tersebut. Gangguan arus lalu lintas pun sedikit teratasi. Parasopir mengancam akan tetap bertahan di Balaikota jika tuntutan mereka tidak digubris. Berdasar pantauan detikcom pada pukul 13.00 WIB, meski banyak penumpang yang terlantar, di jalan-jalan masih ada satu dua angkot yang beroperasi.Polwiltabes juga turun tangan. Dengan mobil dinasnya, sejumlah aparat ikut-ikutan mengantarkan penumpang yang terlantar. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads