Pemilik rumah H Mahrus (56) menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, Selasa (7/5). Saat itu di rumah tersebut hanya ada pembantu bersama cucunya.
"Saya sama anak-anak sedang menengok karyawan saya di RS Persahabatan. Baru selesai nengokin kira-kira jam 12.00 WIB, pas masuk mobil, ditelepon sama mantu ada kejadian rumah dibongkar," kata Mahrus saat ditemui detikcom di lokasi, Selasa (7/5/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku masuk ke kamar anak saya, ngambil sarung bantal dua biji, tapi laptop saya yang di depan masih utuh. Dia acak-acak semua, dapat dompet, duit semua," katanya.
Sementara itu, pembantu dan cucu korban bersembunyi di ruang praktik. Untuk diketahui, salah satu anak Mahrus merupakan seorang dokter dan berpraktik di rumahnya itu.
"Cucu saya yang paling kecil ini kan nangis. Terus akhirnya didiemin sama pembantu, ngumpet di sana (ruang praktik)," sambungnya.
Pelaku juga sempat memasuki rumah dokter tersebut. Sementara pelaku mengacak-acak kamar anak Mahrus, pembantu menghubungi menantu, mengabarkan soal perampokan tersebut.
Menantu Mahrus kemudian menghubungi seorang warga, hingga akhirnya sejumlah warga mendatangi rumah Mahrus. Diduga panik karena warga berdatangan, pelaku kemudian melarikan diri.
"Akhirnya pagar ini didorong, jatuh dia. Dia sambil ngacungin senjata dia naik motor terus kabur. Jadi barangnya nggak jadi dibawa," sambungnya.
Sejumlah warga sempat mengejar pelaku. Namun pelaku melarikan diri dengan motornya ke depan SMP Negeri 11 Depok.
Kasus ini dilaporkan ke polisi. Sejumlah polisi kemudian melakukan olah TKP di lokasi.
Kapolsek Cimanggis Kompol Suyud membenarkan adanya kejadian itu. Dia mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP di lokasi.
"Iya, sudah dicek. Karena diketahui oleh pemilik rumah, pelaku kabur. Percobaan pencurian," kata Kompol Suyud.
(mea/mea)










































